Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 01 Juni 2026, 15:12 WIB 1,885 PDF

Petani Tebu Blora Gelar Aksi Jilid II, Sebut Pemerintah PHP dan Tak Serius Tangani Keluhan

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Petani Tebu Blora Gelar Aksi Jilid II, Sebut Pemerintah PHP dan Tak Serius Tangani Keluhan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Paguyuban petani tebu kembali menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kemarahan atas respon pemerintah yang dinilai mengecewakan.

Aksi yang disebut sebagai “jilid kedua tumpah tebu” ini merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya yang belum membuahkan hasil.

Salah satu perwakilan Paguyuban petani tebu, Anton Sudibyo, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan karena petani merasa dibohongi oleh janji-janji pemerintah.

“Pada dasarnya respon pemerintah betul-betul mengecewakan. Kita di-PHP, kita dibohongi, kita diberi janji angin surga saja, tapi eksekusinya tidak ada,” ujar Anton, saat aksi di PG GMM Todanan, Senin, (1/6/2026).

Anton menjelaskan bahwa aksi ini murni dilakukan secara swadaya oleh para petani tanpa ada pihak yang mem-backup.

“Ini kita tidak ada yang nge-backup, kita saweran, kita urunan untuk mengadakan aksi ini. Ini adalah bentuk bahwa masyarakat berjuang mandiri,” tegasnya.

Para petani menuntut agar pabrik gula dioperasikan kembali dan tebu mereka diserap 100 persen. Jika tuntutan tidak direspon, mereka berencana melanjutkan aksi ke Jakarta untuk menemui Presiden Prabowo.

“Kami akan meluruk ke Jakarta, kami akan tumpah tebu di Jakarta. Ini adalah awal aksi jilid dua. Jangan sampai program Pak Prabowo yang mulia, program Swasembada Gula 2027, mengalami kegagalan karena pabriknya bosok dan rusak tidak diperbaiki,” tandasnya.

Para petani juga menyoroti janji dari Dirut Bulog yang disebut belum ditepati, yakni menyerap dan membeli tebu petani Blora 100 persen. Anton menegaskan gerakan ini tidak akan berhenti selama tebu petani belum dibeli.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi