Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 06 April 2026, 15:24 WIB 2,565 PDF

PKL Alun-Alun Blora Tolak Relokasi Tanpa Kajian Matang

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PKL Alun-Alun Blora Tolak Relokasi Tanpa Kajian Matang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Blora, Supriyanto, menyatakan sikap tegas menolak wacana relokasi yang belum disertai kajian matang. Ia menegaskan para pedagang siap mengikuti penataan, tetapi tidak bersedia dipindahkan jika hanya didasari isu tanpa kajian yang komprehensif.

“Kami menolak jika hanya ada wacana relokasi tanpa kajian dan keterlibatan langsung dari pihak terkait. Kalau memang ada kajian matang yang tujuannya lebih baik untuk peningkatan penghasilan, itu bisa berbeda cerita,” ujar Supriyanto, Senin (6/4/2026).

Supriyanto menjelaskan bahwa PKL Alun-Alun Blora menginginkan adanya ruang publik seperti alun-alun di daerah lain yang dapat dimanfaatkan warga untuk jogging maupun kegiatan lainnya. Ia juga menyebut opsi pemusatan di dua lokasi, seperti di Dsona atau bekas Pasar Lama, dapat dipertimbangkan asalkan dilakukan dengan kajian yang tepat.

“Alun-alun ini bukan hanya soal kemudahan akses, tetapi juga sejarah dan pusat kegiatan masyarakat untuk mencari rezeki. Itu yang ingin kami pertahankan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Blora, Mochamad Muchlisin, mengapresiasi langkah PKL yang menyampaikan aspirasi melalui kanal resmi. Menurutnya, persoalan ini perlu dicarikan jalan tengah karena ada kesimpangsiuran antara regulasi terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan SK penetapan lokasi jurnal kuning untuk PKL.

“Relokasi bukan hal sederhana. Perlu kajian matang karena menyangkut banyak orang. Banyak kejadian relokasi tidak berhasil karena kurang kajian. Jika masih ada jalan lain selain relokasi, mengapa tidak?” ujar Muchlisin.

Muchlisin menambahkan, pihaknya akan mengawal regulasi ini dan dalam satu minggu ke depan akan mengoordinasikan dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi