Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (7 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (9 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 27 Juli 2024, 15:15 WIB 1,499 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

PT. Kapur Rembang Indonesia Digeruduk Warga 

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PT. Kapur Rembang Indonesia Digeruduk Warga 
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Setelah menempuh perjalanan di sekitar dua jam nyampe di lokasi kawasan tambang, turut Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, yang di gunakan tempat tinggal warga negara asing.

Di duga Warga Negara Asing ( WNA ) dari negara China bertempat tinggal di lokasi tambang tersebut ketahui membangun dan berproses mendirikan perusahaan pengolahan batu kapur

Warga bersama tim awak media memastikan informasi yang beredar di masyarakat yang mengatakan lebih dari lima orang warga asing, bertempat tinggal di tambang tersebut.

Juru bicara warga asing, Aan saat ditemui dan ditanyakan terkait legal standing pabrik yang dia kelola mengatakan, masih berproses ijin usaha pengolahan batu kapur di kawasan tambang dan sekaligus di gunakan tempat tinggalnya

“Usaha di bidang industri pengolahan batu kapur, di atas tanah seluas 14 hektar , yang di beli dari PT karang jati dari kabupaten Blora,” ujarnya

Lanjutnya, kita tidak melakukan penambangan hanya bahan baku nantinya akan belanja dari tambang lain, untuk PT. Kapur Rembang Indonesia ( KRI ) masih melengkapi surat-suratnya.

Sementara itu, salah satu warga, Rahman mengatakan, untuk tambang PT. KRI sebetulnya tidak keberatan kalau semisal tidak menggangu akses jalan orang lain, kemarin karena dari pihak perusahaan sudah ngangkut barang pakai angkutan itu tidak sesuai dengan kelas jalannya, karena ada jembatan kecil mungkin saja dilewati terus-terusan bisa ambrol.

“Kalau kawasan hutan itu perusahaan bisa menunjukkan pemakaian pinjam pakai atau pemakaian kawasan hutan yang dijalan,” ucapnya

Lanjutnya, untuk masalah legalitas yang lain saat di tanya di lokasi bersama teman-teman garis besarnya belum berijin. Masyarakat boleh melanjutkan asal jangan muatnya pakai tronton bol untuk lewat jalan situ, kalau ada kerusakan kendaraan-kendaraan lain tidak bisa lewat atau mengakses jalan disitu

“Untuk peduli kepada masyarakat dan lingkungan harus dijaga jangan sampai merugikan masyarakat setempat atau lingkungan setempat yang bisa menimbulkan sakit pernapasan karena debu jalan, bila itu tidak di penuhi bisa di klem atau disegel,” paparnya.(SM/Red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi