BLORA, INFODESANEWS — Suasana Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora pada Minggu (11/10/2026) siang terasa berbeda dari biasanya. Gelak tawa, pelukan hangat, dan obrolan nostalgik mengudara di antara tatanan kursi pendopo.
Hari itu, puluhan tokoh sesepuh, alumnus lintas angkatan dari berbagai SMP di Kabupaten Blora, hingga para diaspora yang terhimpun dalam Ikatan Alumni SMA 1 Blora (Ilusa) berkumpul kembali di tanah kelahiran. Meski karier dan takdir telah menerbangkan mereka ke berbagai pelosok nusantara, keterikatan batin terhadap Bumi Samin tak pernah meluntur.
Momen pulang kampung ini dimanfaatkan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, untuk mengajak para "anak panah" Blora tersebut bahu-membahu menata kampung halaman.
"Kami menyadari bahwa membangun Blora tidak bisa dilakukan sendiri. Kami sangat mengharapkan saran dan masukan dari Bapak dan Ibu semua demi kemajuan Kabupaten Blora," tutur Bupati Arief hangat di hadapan para seniornya.
Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Sri Setyorini dan mantan Bupati Blora Yudhi Sancoyo. Dalam pertemuan penuh kekeluargaan itu, Bupati Arief menegaskan bahwa mimpi besar membangun Blora hingga tahun 2030 membutuhkan modal sosial kuat, salah satunya adalah kepedulian para alumnus dan diaspora.
Bagi masyarakat Blora, harapan terbesar sering kali begitu bersahaja, yakni jalan yang mulus dan air bersih yang mengalir saban hari. Memahami betul dahaga warga, Pemkab Blora menempatkan perbaikan jalan dan penyediaan air bersih sebagai benteng prioritas.
"Bagi masyarakat Blora, yang penting jalan bagus dan mulus. Hal-hal lainnya dapat menyusul secara bertahap," ungkap Arief tersenyum.
Infrastruktur bukan sekadar urusan beton, melainkan urat nadi mobilitas warga, ekonomi rakyat, hingga denyut pertanian dan peternakan yang menjadi tumpuan mayoritas warga Blora. Tahun ini, kabar baik berembus lewat dukungan pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, salah satunya rencana pengecoran ruas jalan Doplang–Bangklean.
Tak hanya urusan darat, persoalan air juga terus diurai. Pembangunan Bendungan Cabean di Todanan serta Bendungan Karangnongko di perbatasan Ngawi–Bojonegoro dipacu untuk menjadi benteng pertahanan warga saat musim kemarau menyapa.
Impian Blora tak berhenti di jalan mulus. Sektor sumber daya manusia kini bersiap melompat lebih tinggi. Di depan Pasar Sido Makmur, peletakan batu pertama pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi penanda babak baru pendidikan tinggi di Blora. Lengkap dengan rencana fasilitas pusat olahraga, kolam renang, hingga stadion, kampus ini akan membuka program studi unggulan seperti olahraga dan pariwisata.
Menariknya, kehadiran UNY diselaraskan secara harmonis dengan perguruan tinggi lokal seperti Universitas Teknologi Ronggolawe Cepu agar saling melengkapi tanpa tumpang tindih. Di kawasan yang sama, sebuah kantor imigrasi juga disiapkan untuk makin menghidupkan kawasan tersebut.
Di sisi lain, narasi perubahan juga merambat ke sawah-sawah warga. Pemkab Blora tengah menggarap proyek percontohan desa organik. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan produk pangan lokal bernilai jual tinggi, sekaligus menjaga kelestarian tanah Blora untuk generasi mendatang.
Pembangunan fisik dan edukasi kian lengkap ketika disandingkan dengan kehangatan budaya. Para alumni diajak menyusuri kekayaan seni dan alam Blora, dari kemeriahan Blora Culture Festival yang menghentak lewat tarian seribu penari tayub, hingga pesona rimbunnya wisata alam Goa Terawang yang menjadi agenda kunjungan para alumni usai ramah tamah.
Seluruh kemeriahan ini sekaligus menjadi pemanasan menuju pesta Hari Jadi Kabupaten Blora pada Desember mendatang, sebuah momen selebrasi yang disiapkan untuk merangkul masyarakat luas dan wisatawan luar daerah.
Bagi para alumni, kepedulian bukan sekadar wacana di meja diskusi. Sebelum acara ramah tamah dimulai, kebersamaan itu diwujudkan secara nyata. Bupati Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini dan perwakilan Ilusa secara simbolis melepas armada truk bantuan air bersih tahap kedua untuk warga yang membutuhkan.
Wisnu Sunarto, salah satu sesepuh alumni, mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali berkumpul. Bagi para alumni dan diaspora, kepedulian pada tanah kelahiran adalah panggilan jiwa. Bantuan air bersih hingga masukan pembangunan menjadi bukti bahwa di mana pun kaki mereka berpijak, hati mereka akan selalu tertinggal di Blora. **Red