BLORA, INFODESANEWS – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Blora kembali menggelar bazar tahunan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini bertujuan untuk menghadirkan berkah Ramadan sekaligus menjadi ajang bagi para pelaku usaha lokal untuk mengembangkan diri.
Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Kiswoyo menjelaskan, bahwa bazar tahun ini mengusung konsep yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam hal efisiensi anggaran dan waktu pelaksanaan.
“Kegiatan ini adalah rutinitas tahunan kita. Ini adalah ajang bagi pelaku UMKM Kabupaten Blora untuk meraih berkah di bulan Ramadan. Di sisi lain, ini juga menjadi upaya kita untuk menumbuhkan semangat berkreasi dan terus berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas produk agar layak dan unggul di pasaran. Dengan adanya bazar, tentu para pelaku usaha akan terpacu karena banyak produk sejenis yang menjadi kompetitor,” ujarnya di Alun-Alun Blora, Kamis (26/2/2026).
Lanjutnya, pada tahun 2026 ini, pelaksanaan bazar mengalami penyesuaian seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran. Jika biasanya bazar berlangsung lebih lama dan buka hingga malam hari, kali ini durasi pelaksanaan dipadatkan menjadi dua minggu dan hanya beroperasi mulai siang hingga sore hari, tepatnya pukul 14.00 WIB hingga menjelang waktu Magrib.
“Perbedaannya cukup signifikan, terutama di fasilitas. Karena adanya efisiensi, hampir 50 persen anggaran untuk fasilitas seperti jaringan listrik kita tiadakan. Namun, kami tetap berupaya memberikan kenyamanan. Mengingat saat ini masih musim hujan, kami menyediakan tenda dan flooring (alas lantai) agar para pedagang tetap nyaman berjualan. Ini bukan berarti kita mengurangi kemeriahan, tetapi agar tujuan utama pergerakan ekonomi tetap tercapai,” jelasnya.
Meskipun ada pengurangan pada sisi fasilitas, Pemerintah Kabupaten Dura tetap berkomitmen untuk mengakomodir seluruh pelaku usaha yang biasa berpartisipasi. Jumlah kuota peserta pun dipertahankan, yaitu sebanyak 100 tenan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya akan diisi oleh kantor pelayanan publik, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), DPM PTSP, dan DPPKAD untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi.
“Dengan segala keterbatasan, alhamdulillah kita tetap bisa bertahan. Semua yang biasa ikut, 100 tenan, tetap kita tampung dan kita akomodir. Mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan ini, bazar Ramadan tetap menjadi berkah bagi kita semua,” pungkasnya.**Red