Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 15 Juni 2026, 23:44 WIB 955 PDF

Sanggar Seni Singosari Pertama Kali Gelar Mapak Suro, Libatkan Puluhan Barongan

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sanggar Seni Singosari Pertama Kali Gelar Mapak Suro, Libatkan Puluhan Barongan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Untuk pertama kalinya, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, menggelar acara Mapak Suro pada malam ini. Kegiatan budaya yang melibatkan puluhan rombongan seni tradisional barongan ini digelar sebagai bentuk kebangkitan budaya lokal yang sarat filosofi.

Ketua Sanggar dan Reog Singosari Bodoyo, Subagyo, menjelaskan bahwa Mapak Suro terinspirasi dari tradisi Satu Suro dalam penanggalan Jawa.

“Satu Suro adalah bulan Jawa yang penuh filosofi hati-hati. Selama ini, Ngawen hanya jadi penonton, melihat gerbek suro di Ponorogo, Solo, Keraton Kasunanan, hingga Blora. Malam ini kami berkeinginan budaya yang sangat hati-hati, terutama budaya barongan, bisa hadir kembali,” ujarnya.

Acara diawali dengan jamasan (pembersihan) tiga barongan lawas yang usianya mencapai 125 tahun, yakni dari tahun 1901. Barongan jadul tersebut milik Sanggar Seni Singosari Budoyo.

“Ada beberapa kesakralan yang ditampilkan. Itu adalah nilai budaya luar biasa yang menjadi akar budaya barongan Ngawen, Blora,” tambahnya, Senin (15/6/2026).

Rute kirab sepanjang 2 kilometer dimulai dari Jalan Sawahan menuju Terminal, Kecamatan, dan kembali lagi. Total barongan yang diarak mencapai 50.

Ke depan, panitia berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan berkolaborasi dengan seluruh barongan di Ngawen dan Blora.

“Seperti gerbek suro di Ponorogo, mudah-mudahan ini menjadi agenda kabupaten. Gerbek barongan satu suro di Blora,” harapnya.

Apalagi, barongan Blora saat ini tengah dalam proses pendaftaran ke UNESCO.

“Kita doakan bersama semoga barongan Blora tercatat di UNESCO, seperti Reog Ponorogo,” ujarnya.

Dengan antusiasme tinggi masyarakat, ketua panitia berharap melalui barongan ini, Ngawen dan Blora menjadi maju, masyarakat bersatu, dan mencintai jati diri sebagai orang Jawa.

“Ini nilai yang harus kita syukuri,” tutupnya.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi