Kamis, 22 Oktober 2026
TERKINI
• Dwi Riyanto Beri Apresiasi untuk Prabowo, Rakyat Harus Merasakan Hasil Pembangunan (2 jam yang lalu) • TK Pertiwi Sendangharjo Kini Lebih Nyaman Berkat Revitalisasi Sekolah (8 jam yang lalu) • Polres Blora Gelar Sertijab dan Pengambilan Sumpah Janji Sejumlah PJU serta Kapolsek Jajaran (8 jam yang lalu) • Revitalisasi Ruang Kelas SD Kunden II dari Kemendikdasmen, Harapan Baru untuk SPMB dan Masa Depan Sekolah (9 jam yang lalu) • Santri Berdaya, Blora Sejahtera: Peringatan Hari Santri Nasional 2026 (10 jam yang lalu) • Cari Layangan, Bocah 12 Tahun Temukan Jasad Mbah Erah di Belakang Rumah di Sidowaluyo (22 jam yang lalu) • INSPIRATIF, Dorong Keberlanjutan Pengembangan Kampus, UMS Apresiasi Dedikasi Dosen dan Tendik (1 hari yang lalu) • Blora Lepas 351 Personel ke PORPROV Jateng XVII 2026, Target Pertahankan Peringkat Enam (1 hari yang lalu) • Niat Tulus Membangun Desa Tercinta, Bowo Jatmiko Maju Sebagai Calon Kades Blimbing (1 hari yang lalu) • Sosialisasi Jelang Akhir Masa Jabatan Kades, DPRD Blora dan PMD Sinergi Kawal Pilkades Serentak 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA Lampung 21 Oktober 2026, 13:02 WIB 51 PDF

Sekda Lamsel Sentil Aparatur: Srikandi Digital, Jangan Sampai Surat Tetap Menumpuk!

Sugeng
Oleh: Sugeng • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sekda Lamsel Sentil Aparatur: Srikandi Digital, Jangan Sampai Surat Tetap Menumpuk!
Foto: (Dok Kominfo Lamsel)

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan pentingnya disiplin aparatur dalam pengelolaan persuratan dan arsip melalui penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) Versi 3.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Aplikasi Srikandi Versi 3 Tahun 2026 di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (21/10/2026).

Menurut Supriyanto, penggunaan aplikasi harus diikuti perubahan pola kerja agar proses administrasi berjalan lebih cepat, koordinasi semakin efektif, dan pelayanan publik semakin berkualitas.

"Jangan sampai aplikasi sudah digital, tetapi surat masih menumpuk, sistem tersedia, tetapi tindak lanjut lambat," tegasnya.

Ia mengingatkan, keberhasilan penerapan Srikandi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi juga komitmen aparatur dalam memproses dan menindaklanjuti surat secara tepat waktu.

Selain itu, keamanan informasi dan ketertiban penyimpanan arsip harus menjadi perhatian. Arsip, kata Supriyanto, bukan sekadar kumpulan dokumen, melainkan bukti pelaksanaan tugas, sumber informasi dalam pengambilan keputusan, serta bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.

Melalui pengelolaan yang terstruktur, arsip pemerintahan diharapkan lebih aman dan mudah ditelusuri. Hal ini juga penting untuk menjaga kesinambungan administrasi ketika terjadi pergantian pegawai atau perpindahan tugas antarperangkat daerah.

Bimtek tersebut diikuti 100 peserta yang terdiri atas admin dan operator Srikandi dari seluruh perangkat daerah serta kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan. Materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman teknis sekaligus mendorong penerapan tata kelola persuratan dan kearsipan yang lebih tertib, efektif, dan akuntabel di setiap perangkat daerah.

Dengan demikian, sistem yang diterapkan dapat mendukung kinerja aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(Red/Sumber: Diskominfo Lamsel)


Oleh: Sugeng
Foto: (Dok Kominfo Lamsel)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #Lampung ##lamsel ##bupati Egi
Sugeng
Jurnalis Terverifikasi Pemimpin Redaksi / Kawil Lampung

Sugeng

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi