BLORA, INFODESANEWS – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Bunda Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman, bersama Kepala Baznas Blora, Sutaat menyalurkan bantuan ayam petelur kepada masyarakat kurang mampu (kaum dhuafa) di wilayah setempat. Program ini merupakan bentuk sinergi antar lembaga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi.
Bunda Aini menjelaskan bahwa pihaknya diberikan kewenangan oleh Baznas untuk mengusulkan para penerima manfaat. Kriteria penerima bantuan telah ditetapkan secara ketat agar program tepat sasaran.
“Syaratnya wajib, di antaranya adalah mampu merawat ayam, memiliki tanggungan anak sekolah, penghasilan tidak menetap, serta kondisi rumah belum permanen atau masih memprihatinkan,” ujar Bunda Aini penyerahan bantuan, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, bantuan ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi keluarga. Setiap penerima mendapatkan 20 ekor ayam petelur. Bunda Aini berpesan agar warga sabar menunggu ayam mulai bertelur dalam kurun waktu dua minggu hingga satu bulan.
“Telurnya nanti jangan dijual atau dikonsumsi dulu, tetapi ditunggu hingga terus menerus dihasilkan. Hasil penjualan telur itulah nanti yang bisa diputar untuk membeli pakan tambahan atau memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena bantuan pakan hanya diberikan untuk satu bulan,” jelasnya.
Untuk tahap ini, sebanyak 32 mustahik (penerima zakat) menerima manfaat dari program ayam petelur tersebut. Bunda Aini berharap program ini dapat berkelanjutan dan terus berkomunikasi dengan pihak Baznas untuk kelanjutannya.
Sementara itu, <span;>Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat<span;>, menegaskan bahwa sinergi dengan TP PKK telah berjalan lama, tidak hanya untuk bantuan ayam petelur tetapi juga berbagai pelatihan. Ia menjelaskan, dana yang digunakan berasal dari zakat ASN Kabupaten Blora yang dikelola Baznas, sehingga tepat sasaran bagi masyarakat tidak mampu.
“Penerima harus melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa setempat. Kami juga memberikan pendampingan dan pelatihan, termasuk hari ini. Mereka kami kumpulkan untuk pelatihan cara merawat ayam petelur, karena pakan yang tepat sangat mempengaruhi produktivitas telur,” terangnya.
Untuk teknis penyaluran, Surat memastikan bahwa kandang dan pakan diberikan terlebih dahulu. Ayam baru akan didistribusikan pekan depan setelah kandang dinyatakan siap. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup ayam.
Surat optimistis bantuan ini tidak akan dialihkan atau dijual kembali oleh penerima. Menurutnya, berdasarkan pengalaman program serupa yang hampir setahun berjalan, para penerima sangat antusias karena bantuan ayam petelur ini langsung memberikan hasil yang menguntungkan.
“Kami punya grup komunikasi, mereka senang sekali begitu ayamnya bertelur. Berbeda dengan bantuan konsumtif, bantuan produktif seperti ini langsung dirasakan manfaatnya. Mereka tidak perlu mencari rumput atau pakan tambahan yang sulit, cukup dirawat dengan baik, Insyaallah menguntungkan,” pungkasnya