Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 20 Juni 2019, 20:36 WIB 515 PDF

Julius Joko Saptono, S.Pd.; Sistem Zonasi Perlu di Kaji Ulang

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Julius Joko Saptono, S.Pd.; Sistem Zonasi Perlu di Kaji Ulang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO, INFODESANEWS – Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN-SMAN 2019 tidak berjalan mulus. Banyak kegaduhan di daerah. Pemicunya, setiap daerah memiliki karakter demografi, jumlah siswa, hingga daya tampung sekolah yang berbeda-beda.

Kegaduhan itu akhirnya membuat gerah masyarakat. Bahkan tidak sedikit para pemerhati dunia pendidikan mengaku prihatin terhadap kondisi tersebut. Salah satunya adalah Julius Joko Saptono, S.Pd.

Praktisi pendidikan asal Kota Solo ini mengaku sangat prihatin melihat kondisi pendidikan saat ini. Dalam keterangan Pers yang diterima infodesanews.com, pihaknya belum lama ini telah menyampaikan kritik dan saran kepada Mendikbud. Lewat akun medsos, Direktur dan pengajar di Bimbel Julius Institut Indonesia ini secara terbuka menyampaikan beberapa hal kepada Mendikbud Muhadjir Effendy terkait system zonasi disekolah.

Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan Mendikbud memang sudah cukup baik, terutama untuk pemerataan pendidikan. Namun Ada beberapa hal yang kurang sesuai, sistem zonasi yang hanya memberi kesempatan 5 persen untuk siswa berprestasi luar biasa, seakan menafikan prestasi siswa di sekolah asalnya. Selain itu, siswa kurang terpacu belajarnya sebab dari awal mindset sudah terpatri akan mendapat sekolah negeri disekitar tempat tinggalnya tanpa perlu belajar yang giat, teratur dan terprogram.

” Hal inilah yang membuat siswa kurang bersemangat mendapat nilai tinggi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Julius menilai sarpras pendidikan saat ini juga belum merata sehingga kalau memberlakukan sistem ini secara multak tanpa proses rasanya kurang bijaksana dan terkesan dipaksakan.

Lebih jauh la memaparkan, jika sistem zonasi dijadikan salah satu penerimaan siswa baru justru dapat memungkinkan Advetsity Quatiant siswa. “Oleh karena itu, perlu dipikirkan kembali apakah sistem ini baik untuk meningkatkan kecerdasan siswa atau justru malah mengikis kecerdasan daya saing teratur,” paparnya. (Hr)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi