BLORA, INFODESANEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Todanan pada Senin sore, 19 Mei 2025, mengakibatkan banjir di Desa Ledok. Akibat derasnya arus air, talud penahan jalan di beberapa titik mengalami ambrol dan rusak parah.

Beberapa hari setelah air surut, tampak jelas sejumlah talud jebol karena tidak mampu menahan kuatnya tekanan air pada saat kejadian. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada badan jalan serta mengancam akses warga di sekitar lokasi.
Kepala Desa Ledok, Mintoyo, menjelaskan bahwa kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat banyaknya infrastruktur desa yang rusak.
“Kerusakan cukup besar, terutama pada talud dan bagian jalan yang tergerus air. Kami berharap segera ada perbaikan, apalagi ini baru memasuki awal musim hujan,” ujar Mintoyo, Selasa (20/5/2025).
Sementara itu, Jais (45), salah satu warga setempat, juga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan penanganan sementara agar kerusakan tidak semakin meluas.
“Kalau dibiarkan lama, kerusakan bisa makin parah. Kami berharap ada bantuan cepat untuk memperkuat bagian yang jebol,” ungkapnya.
Pihak pemerintah desa berencana melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait guna menindaklanjuti kerusakan akibat banjir tersebut.
“Kami akan segera berkoordinasi agar ada langkah penanganan darurat sebelum dilakukan perbaikan permanen,” imbuh Kades Mintoyo.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, warga Desa Ledok diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan di wilayah tersebut.**Red/Ar.