Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (11 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (17 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 11 Oktober 2023, 12:50 WIB 667 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Terima Pengurus KOWANI, Ketua MPR RI Dorong Kesetaraan dan Keadilan Gender

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Terima Pengurus KOWANI, Ketua MPR RI Dorong Kesetaraan dan Keadilan Gender
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung rencana Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Confederation of Women’s Organizations (ACWO) yang akan diselenggarakan pada 24-26 Oktober 2023 di Gedung Smesco, Jakarta.

Diikuti berbagai delegasi perempuan dari kawasan ASEAN, serta undangan delegasi dari berbagai negara dunia lainnya. Selain untuk memajukan peran perempuan ASEAN, juga untuk mempromosikan kemajuan UMKM, khususnya yang dipimpin oleh perempuan.

“Melalui event ini, diharapkan bisa semakin membangun perempuan Indonesia dan ASEAN yang maju, mandiri, dan berprestasi, dengan mewujudkan kesejahteraan, kesetaraan dan keadilan gender.

Mengingat sejak awal kelahirannya, isu kesetaraan dan keadilan gender telah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam setiap diskusi publik mengenai pembangunan sumberdaya dan pemberdayaan perempuan,” ujar Bamsoet usai menerima pengurus KOWANI, di Jakarta, Selasa (10/10/23).

Pengurus KOWANI yang hadir antara lain, Ketua Umum Giwo, Bendahara Umum Angelia, Wakil Sekjen Hubungan Luar Negeri dan Ekonomi Atiek Sardjana, Ketua Koordinator Hubungan Luar Negeri dan Ekonomi Uli Silalahi, serta Kabid Hubungan Luar Negeri Tantri.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, di Indonesia, semangat kesetaraan gender sudah tersirat pada perumusan pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Konstitusi Indonesia merujuk individu subjek hukum dengan sebutan ”setiap orang” atau ”setiap warga negara”, dan tidak ada satu pasal pun yang merujuk pada status gender pria atau wanita.

“Kita boleh berbangga bahwa Indonesia ‘lebih maju’ jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS).Dimana Amandemen Kesetaraan Hak (Equal Rights Amendment) untuk mengesahkan prinsip kesetaraan gender, termasuk hak perempuan dalam Konstitusi AS, mengalami stagnasi selama puluhan tahun.

Sejak diusulkan pertama kali pada tahun 1920-an, dan diberi tenggat waktu ratifikasi hingga tahun 1982, hingga kini usulan amandemen tersebut masih terkendala. Kita bahkan sudah memiliki presiden perempuan, Megawati Soekarnoputri. Serta Ketua DPR RI perempuan, yakni Puan Maharani,” jelas Bamsoet dihadapan awak media.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi peran perempuan Indonesia, khususnya melalui KOWANI, yang terus aktif dalam pemajuan perekonomian nasional.

Salah satunya dengan terlibat dalam berbagai UMKM untuk meningkatkan produktifitas agar bisa bersaing dan menembus pasar internasional.

Pada saat ini, UMKM Indonesia mampu menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Sedangkan UMKM di negara-negara ASEAN lainnya hanya memiliki daya serap tenaga kerja pada kisaran 35 persen hingga 85 persen saja.

Namun di sisi lain, besarnya kuantitas jumlah dan daya serap tenaga kerja UMKM di Indonesia, jika dibandingkan pada aspek “kinerja” nya, maka Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara ASEAN.

“Misalnya Myanmar, meskipun dari aspek kuantitas hanya memiliki 73 ribu UMKM saja, namun kontribusinya terhadap PDB mencapai 69,3 persen.

Dari aspek kinerja ekspor, UMKM Indonesia juga hanya berkontribusi sekitar 14,4 persen dari nilai total ekspor nasional.

Masih tertinggal dari kontribusi ekspor UMKM Singapura sebesar 38,3 persen, Thailand sebesar 28,7 persen, atau Myanmar sebesar 23,7 persen. Kondisi ini mengisyaratkan, bahwa kinerja dan kontribusi sektor UMKM masih perlu dioptimalkan,” tegas Bamsoet. (red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi