Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (11 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (18 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 20 Desember 2025, 13:18 WIB 2,107 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

UMS Dorong Ekonomi Hijau Lewat Inovasi Hidroponik di KWT Mutiara

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

UMS Dorong Ekonomi Hijau Lewat Inovasi Hidroponik di KWT Mutiara
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

KARANGANYAR, INFODESANEWS  |  Upaya peningkatan ekonomi hijau terus digalakkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Colomadu, Karanganyar dalam program pengembangan pertanian ramah lingkungan berbasis teknologi hidroponik, khususnya pada budidaya tanaman selada.

Ketua Tim Pengabdian UMS Ima Aryani, menyampaikan bahwa program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui hibah DPPM tahun 2025 ini berfokus pada penerapan inovasi teknologi hidroponik, mulai dari penyediaan alat hidroponik modern hingga pemasangan instalasi listrik yang tepat untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman selada. Selain itu, anggota KWT Mutiara juga dibekali pengetahuan dan keterampilan perawatan hidroponik yang benar, mulai dari pengaturan nutrisi, pencahayaan, hingga pemeliharaan instalasi listik.

“Melalui penerapan teknologi yang tepat dan pendampingan intensif, kami ingin membantu KWT Mutiara meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung konsep ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Ima, Ketua Tim Pengabdian.

Hasilnya pun cukup signifikan. Dengan penambahan instalasi hidroponik, produksi selada KWT Mutiara mengalami peningkatan yang nyata. Panen selada kini mampu bertambah hingga 29 kilogram dibandingkan sebelum adanya program pengabdian. Peningkatan hasil panen ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota KWT.

Ketua KWT Mutiara, Trisna, mengungkapkan rasa senang dan apresiasinya atas bantuan instalasi hidroponik baru yang diberikan oleh Tim Pengabdian UMS. Menurutnya, kehadiran instalasi tersebut membawa semangat baru bagi anggota KWT dalam mengembangkan budidaya selada secara hidroponik.

“Kami sangat senang dan terbantu dengan adanya instalasi hidroponik baru dari tim pengabdian. Saya bersama anggota KWT mulai belajar menanam, merawat, hingga memanen selada dari sistem hidroponik ini. Hasilnya benar-benar menggembirakan,” ujar Trisna.

Ia menambahkan, pada panen perdana melalui instalasi hidroponik baru tersebut, pihaknya awalnya menargetkan hasil panen sebesar 20 kilogram. Namun, hasil yang diperoleh justru melampaui target. “Alhamdulillah, panen pertama mencapai 29 kilogram. Ini di luar perkiraan kami dan menjadi motivasi besar bagi anggota KWT,” tambahnya.

 Mitra pengabdian, KWT Mutiara, menyambut baik program tersebut. Mereka menilai penggunaan teknologi hidroponik tidak hanya mempermudah proses budidaya, tetapi juga lebih efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi lahan yang terbatas.

Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Tim Pengabdian UMS berharap program ini dapat terus dikembangkan dan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi hijau di wilayah lain. **Ima Aryani

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi