KARANGANYAR, INFODESANEWS | Upaya peningkatan ekonomi hijau terus digalakkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Colomadu, Karanganyar dalam program pengembangan pertanian ramah lingkungan berbasis teknologi hidroponik, khususnya pada budidaya tanaman selada.
Ketua Tim Pengabdian UMS Ima Aryani, menyampaikan bahwa program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui hibah DPPM tahun 2025 ini berfokus pada penerapan inovasi teknologi hidroponik, mulai dari penyediaan alat hidroponik modern hingga pemasangan instalasi listrik yang tepat untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman selada. Selain itu, anggota KWT Mutiara juga dibekali pengetahuan dan keterampilan perawatan hidroponik yang benar, mulai dari pengaturan nutrisi, pencahayaan, hingga pemeliharaan instalasi listik.
“Melalui penerapan teknologi yang tepat dan pendampingan intensif, kami ingin membantu KWT Mutiara meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung konsep ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Ima, Ketua Tim Pengabdian.
Hasilnya pun cukup signifikan. Dengan penambahan instalasi hidroponik, produksi selada KWT Mutiara mengalami peningkatan yang nyata. Panen selada kini mampu bertambah hingga 29 kilogram dibandingkan sebelum adanya program pengabdian. Peningkatan hasil panen ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota KWT.
Ketua KWT Mutiara, Trisna, mengungkapkan rasa senang dan apresiasinya atas bantuan instalasi hidroponik baru yang diberikan oleh Tim Pengabdian UMS. Menurutnya, kehadiran instalasi tersebut membawa semangat baru bagi anggota KWT dalam mengembangkan budidaya selada secara hidroponik.
“Kami sangat senang dan terbantu dengan adanya instalasi hidroponik baru dari tim pengabdian. Saya bersama anggota KWT mulai belajar menanam, merawat, hingga memanen selada dari sistem hidroponik ini. Hasilnya benar-benar menggembirakan,” ujar Trisna.
Ia menambahkan, pada panen perdana melalui instalasi hidroponik baru tersebut, pihaknya awalnya menargetkan hasil panen sebesar 20 kilogram. Namun, hasil yang diperoleh justru melampaui target. “Alhamdulillah, panen pertama mencapai 29 kilogram. Ini di luar perkiraan kami dan menjadi motivasi besar bagi anggota KWT,” tambahnya.
Mitra pengabdian, KWT Mutiara, menyambut baik program tersebut. Mereka menilai penggunaan teknologi hidroponik tidak hanya mempermudah proses budidaya, tetapi juga lebih efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi lahan yang terbatas.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Tim Pengabdian UMS berharap program ini dapat terus dikembangkan dan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi hijau di wilayah lain. **Ima Aryani