LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Janji pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan mulai memasuki tahap nyata. Ruas jalan penghubung Desa Sukamarga–Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, kini memasuki tahapan pengukuran teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Pengukuran yang dilakukan tim teknis gabungan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan perencanaan pembangunan benar-benar sesuai kondisi lapangan, mulai dari panjang dan lebar badan jalan, kondisi tanah hingga batas lahan.
Namun, proyek ini bukan sekadar soal membangun jalan. Dengan nilai anggaran Rp2,4 miliar lebih yang bersumber dari dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), kualitas pekerjaan menjadi sorotan penting. Infrastruktur yang dibangun menggunakan uang pinjaman daerah tersebut dituntut tidak hanya selesai, tetapi juga memiliki manfaat dan daya tahan jangka panjang.
Rencana pembangunan ruas Sukamarga–Sidowaluyo tahun ini mencakup sekitar 1.113 meter dengan konstruksi rabat beton.
Anggota DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono, turut turun langsung ke lokasi, Selasa (8/9/2026), untuk melihat proses pengukuran tersebut.
Didampingi Camat Sidomulyo Frans Sinatra Adung dan Sekcam Sidomulyo Marmo, Agus memastikan progres awal pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Hari ini saya bersama Camat dan Sekcam Sidomulyo memantau langsung bagaimana progres dari program Pak Bupati, yakni pembangunan ruas jalan Sukamarga–Sidowaluyo,” ujar Agus.
Politisi Fraksi PAN DPRD Lampung Selatan itu mengapresiasi langkah Bupati Radityo Egi Pratama yang merealisasikan pembangunan ruas jalan tersebut.
Menurutnya, akses jalan yang lebih baik akan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi di wilayah Sukamarga, Sidowaluyo dan sekitarnya.
“Insya Allah tahun ini masyarakat Sukamarga–Sidowaluyo akan bisa menikmati jalan mulus. DPRD mendukung pembangunan infrastruktur secara merata dan berkeadilan bagi masyarakat agar dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Meski demikian, Agus menegaskan pekerjaan tersebut harus dikawal hingga tuntas. Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan tidak berhenti pada terealisasinya anggaran, tetapi juga memastikan hasil pekerjaan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami mewakili rakyat Kecamatan Sidomulyo mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati. Sekarang menjadi tugas kita untuk memastikan rencana pembangunan ruas jalan ini berjalan dengan baik sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Camat Minta Kontraktor Utamakan Kualitas
Sementara itu, Camat Sidomulyo Frans Sinatra Adung mengapresiasi dukungan masyarakat dan perangkat desa selama proses pengukuran berlangsung.
Frans juga memberikan penekanan khusus kepada pihak pelaksana pekerjaan agar tidak sekadar mengejar penyelesaian proyek.
“Yang terpenting saya sampaikan kepada pihak-pihak yang mengerjakan, yang paling penting adalah kualitasnya yang baik, sehingga sesuai dengan harapan dan jalan ini bisa dilalui dalam jangka panjang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting mengingat pembangunan ruas jalan ini menggunakan anggaran yang cukup besar. Jangan sampai jalan baru selesai dibangun, tetapi dalam waktu relatif singkat kembali mengalami kerusakan.
Baru 1,1 Kilometer, Masih Ada Sekitar 2 Kilometer
Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Dinas PUPR Lampung Selatan, Wayan, menjelaskan bahwa secara keseluruhan ruas jalan yang menghubungkan Desa Sukamarga dan Desa Sidowaluyo memiliki panjang sekitar 3.065 meter.
Untuk tahun ini, pembangunan baru akan menyasar sekitar 1,1 kilometer.
“Tahun ini kita akan kembali membangun ruas jalan ini (Sukamarga–Sidowaluyo) dengan panjang 1,1 kilometer. Jika telah terealisasi, maka sisa panjang yang belum terbangun masih ada kurang lebih sekitar 2 kilometer lagi,” jelas Wayan.
Artinya, pembangunan tahun ini belum menuntaskan seluruh ruas penghubung tersebut. Masih terdapat sekitar 2 kilometer jalan yang membutuhkan penanganan pada tahap berikutnya.
Dengan nilai proyek mencapai Rp2,4 miliar lebih untuk ruas yang direncanakan dibangun tahun ini, masyarakat kini tentu menunggu satu hal: bukan hanya jalan selesai, tetapi jalan benar-benar berkualitas dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Sebab, ketika anggaran berasal dari dana pinjaman, setiap rupiah yang dibelanjakan bukan hanya harus terlihat hasilnya, tetapi juga harus mampu dipertanggungjawabkan manfaatnya kepada masyarakat. (Red)