Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 20 Agustus 2026, 09:41 WIB 496 PDF

Agus Sartono Soroti Bullying di Sejumlah Sekolah, Minta Disdik Gandeng PPA dan Polres Rutin Edukasi Siswa

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Agus Sartono Soroti Bullying di Sejumlah Sekolah, Minta Disdik Gandeng PPA dan Polres Rutin Edukasi Siswa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Terjadinya aksi bullying dan kekerasan antar siswa di sejumlah sekolah di Lampung Selatan menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono.

Agus menilai persoalan bullying tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan anak atau sekadar candaan antar teman. Ketika tindakan tersebut sudah mengarah pada intimidasi, kekerasan fisik maupun verbal, hingga mempermalukan dan mengucilkan siswa, maka diperlukan penanganan serius dan terukur.

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai bullying dianggap hal biasa. Kalau dibiarkan, korban bisa mengalami tekanan dan dampaknya dapat panjang,” tegas Agus.

Fenomena tersebut dinilai tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa, karena dapat berdampak terhadap kondisi psikologis, keamanan, hingga masa depan peserta didik.

Anggota Komisi IV DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono meminta seluruh pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan mengambil langkah lebih konkret untuk mencegah terjadinya kekerasan dan bullying antar siswa.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi kasus. Sekolah harus membangun sistem edukasi dan pengawasan yang mampu mendeteksi sejak dini potensi kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Jangan menunggu ada korban baru bertindak. Pencegahan harus dimulai dari sekolah melalui edukasi, pengawasan dan komunikasi yang intensif dengan para siswa,” tegasnya legislator dari Fraksi PAN itu.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan dan pihak sekolah menggandeng Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Polres Lampung Selatan untuk secara rutin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswa, guru maupun orang tua.

Materi edukasi, kata dia, tidak hanya mengenai larangan melakukan kekerasan, tetapi juga dampak hukum, konsekuensi psikologis terhadap korban, serta bagaimana siswa harus bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan perundungan.

“Anak-anak harus diberi pemahaman bahwa memukul, mengancam, mempermalukan, mengucilkan bahkan melakukan bullying melalui media sosial bukan sesuatu yang bisa dianggap sebagai candaan,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan aparat kepolisian dan PPA penting agar siswa memahami bahwa kekerasan terhadap anak memiliki konsekuensi serius.

Di sisi lain, pendekatan edukatif juga diperlukan agar penanganan tidak semata-mata berorientasi pada hukuman, tetapi memberikan pemahaman dan pembinaan.

Komisi IV DPRD Lampung Selatan juga meminta sekolah membuka ruang pengaduan yang aman bagi siswa. Korban maupun siswa yang mengetahui adanya tindakan kekerasan harus memiliki keberanian untuk melapor tanpa takut mendapatkan tekanan atau justru menjadi sasaran berikutnya.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, bukan tempat di mana mereka takut datang karena mendapat tekanan atau intimidasi dari teman-temannya,” kata Agus pada infodesanews.com, Kamis (20/8/2026)

Ia berharap sinergi antara sekolah, Dinas Pendidikan, PPA, kepolisian dan orang tua dapat diperkuat. Pencegahan bullying menurutnya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada guru atau pihak sekolah.

“Kalau kita ingin menciptakan generasi yang unggul, maka lingkungan pendidikannya juga harus aman, sehat dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi