Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 08 September 2026, 20:28 WIB 888 PDF

Anak Krakatau Belum Reda KBM Daring Diperpanjang hingga 10 September

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Anak Krakatau Belum Reda KBM Daring Diperpanjang hingga 10 September
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali memperpanjang pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring/online sebagai langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor: 100.3.4/3182/IV.02/2026, yang ditetapkan di Kalianda pada 8 September 2026 dan ditandatangani Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Perpanjangan KBM daring diberlakukan selama dua hari kerja, mulai Rabu, 9 September hingga Kamis, 10 September 2026.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 27 Tahun 2026 tanggal 6 September 2026 tentang belajar daring, kewaspadaan dan antisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau bagi satuan pendidikan.

Dalam surat tersebut disebutkan,
keputusan memperpanjang KBM daring diambil dengan mempertimbangkan sebaran sisa-sisa abu vulkanik di lingkungan sekolah akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan.

Instruksi tersebut berlaku bagi satuan pendidikan PAUD, TK, SD, SMP Negeri maupun Swasta di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Selain memperpanjang pembelajaran daring, pemerintah daerah juga menginstruksikan sejumlah langkah pencegahan.

Sekolah Diminta Bersihkan Abu Vulkanik
Selama KBM daring berlangsung, seluruh kepala satuan pendidikan diminta melaksanakan pembersihan lingkungan sekolah dari debu vulkanik serta memastikan kondisi sekolah bersih sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara normal.

Sekolah juga diminta membatasi aktivitas peserta didik di luar ruangan.
Kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan ditiadakan, sementara siswa diimbau tidak beraktivitas di luar rumah tanpa keperluan mendesak.

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah juga mewajibkan penggunaan masker sebagai langkah antisipasi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik, khususnya terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan iritasi.

Pemkab Lampung Selatan menegaskan pelaksanaan KBM daring akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

Dengan demikian, keputusan mengenai kelanjutan maupun penghentian KBM daring akan menyesuaikan kondisi dan perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan ini.”

Pemerintah mengimbau pihak sekolah, orang tua dan peserta didik tetap mengikuti informasi resmi serta tidak mengabaikan langkah-langkah pencegahan selama kondisi abu vulkanik masih berpotensi berdampak terhadap lingkungan. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi