Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (5 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (19 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (21 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (21 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (21 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (22 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
KESEHATAN 24 Januari 2026, 13:01 WIB 1,193 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Anggota DPR-RI Ingatkan BPS Soal Data PBI Blora Jangan Main-main, yang Rugi Rakyat Miskin

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Anggota DPR-RI Ingatkan BPS Soal Data PBI Blora Jangan Main-main, yang Rugi Rakyat Miskin
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti ketidaksesuaian data penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Persoalan ini muncul dalam peralihan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Terpadu Sensus (DT Sen), di mana hanya masyarakat masuk desil 1-5 yang berhak mendapat PBI.

“Penentuan data ini menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik (BPS). Dialah yang memiliki instrumen untuk melihat satu per satu masyarakat Blora mana yang betul-betul masuk desil 1 sampai 5,” tegas Edy Wuryanto.

Ia menyatakan ada 33.000 data yang tidak sinkron antara pusat dan daerah, sehingga berpotensi mengorbankan warga miskin yang seharusnya mendapat jaminan kesehatan.

Ia memberikan peringatan keras kepada BPS untuk tidak main-main dalam menentukan klasifikasi desil masyarakat.

“Anda jangan main-main di dalam menentukan desil 1-10, 1-5 terutama. Kalau Anda main-main yang rugi adalah orang miskin. BPS harus betul-betul kekeh dengan instrumen yang dimiliki dan tidak boleh ada intervensi oleh siapapun,” ungkapnya.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan komitmennya untuk mengadvokasi warga miskin yang terancam tidak mendapat PBI. Langkah yang akan ditempuh antara lain mengusulkan revisi data di BPS dan mendorong pemerintah daerah menyediakan backup jaminan sosial.

Edy juga menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menyentuh alokasi untuk rakyat miskin, terutama di sektor kesehatan.

“Boleh efisiensi di birokrasi, tetapi untuk rakyat miskin, apalagi ini urusan kesehatan, jangan,” tegasnya.

Untuk memastikan pengawalan yang tegas, Edy menyatakan akan memantau dan mengundang BPS dalam rapat kerja lintas sektoral jika permasalahan data untuk 33.000 warga Blora tersebut masih krusial.

“Kami akan pantau. Nanti ketika ternyata 33 ribu ini masih bermasalah, kami akan undang lagi BPS dalam forum lintas komisi untuk membahasnya,” pungkasnya.**Red

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #KESEHATAN #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi