LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Bulan suci Ramadlan menjadi madrasah ruhani bagi umat Islam untuk membersihkan hati dan menata kembali niat pengabdian kepada Allah SWT.
Momentum penuh berkah ini dimanfaatkan oleh anggota DPRD Lampung Selatan, dari Fraksi Partai Gerindra, Dwi Riyanto, untuk memperkuat silaturahmi melalui kegiatan Safari Ramadlan di masjid dan mushola wilayah daerah pemilihannya.
Safari Ramadlan tersebut diisi dengan kebersamaan melaksanakan shalat tarawih berjamaah, sekaligus menjadi sarana menyapa dan mendoakan konstituen.
Dalam suasana ibadah yang khusyuk, Dwi Riyanto mengajak jamaah menjadikan Ramadlan sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh dan memperdalam ketakwaan.
Seiring peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra, Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Lampung Selatan ini mengusung tema “Puasa Mawas Diri Terasa”. Tema tersebut, menurutnya, mengandung pesan spiritual bahwa puasa adalah jalan muhasabah diri agar manusia semakin mengenal kelemahan dan keterbatasannya di hadapan Allah SWT.
Ia menuturkan, puasa mengajarkan hamba untuk merasakan nikmat Allah dengan lebih nyata. Sesuatu yang pada hari-hari biasa dianggap sederhana, seperti seteguk air putih, melalui ibadah puasa berubah menjadi anugerah yang amat terasa nilainya saat waktu berbuka tiba.
Mantan komisioner KPU Kabupaten Lampung Selatan periode 2003–2014 itu juga mengingatkan, dalam kondisi tertentu segelas air putih dapat lebih berharga daripada harta dunia sebesar apa pun. Refleksi tersebut menjadi pelajaran bahwa seluruh kenikmatan hidup sejatinya bersumber dari Allah SWT dan patut disyukuri dengan penuh kerendahan hati.
“Puasa melatih kita untuk tidak lalai saat rezeki dilapangkan. Ia mengingatkan agar nikmat yang rutin diterima, seperti makan dan minum, tidak hanya dirasakan, tetapi juga disyukuri sebagai karunia Allah,” ujarnya.
Melalui Safari Ramadlan ini, Dwi Riyanto berharap masyarakat dapat menjadikan puasa sebagai sarana penyucian jiwa, peneguhan iman, serta penguat rasa syukur, sehingga nilai-nilai Ramadlan terus hidup dalam setiap sendi kehidupan, bahkan setelah bulan suci berlalu. (red)