Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 17 Februari 2019, 06:28 WIB 1,729 PDF

Ansor Semarang Tegaskan Penghina Ulama Tak Paham Islam

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ansor Semarang Tegaskan Penghina Ulama Tak Paham Islam
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, INFODESANEWS.COM– Ulama merupakan pewaris nabi. Namun di Indonesia, penghinaan kepada Ulama yang terjadi di media sosial terbilang parah. Terlebih ujaran kebencian yang dialamatkan pada kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Terbaru, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, K.H. Hanief Ismail, LC menjadi sasaran ujaran kebencian.

Atas adanya ujaran kebencian tersebut, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang memberikan tanggapan melalui siaran persnya di Gedung Majlis Taklim PCNU Kota Semarang, Jalan Puspogiwang I / 47, Semarang Barat, Kota Semarang.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Syaiful Bahri, S.SosI, pihak-pihak yang tak bertanggung jawab tersebut sebenarnya orang yang tidak paham Islam.

“Mereka yang mengolok-olok Kiai Hanief itu orang yang tidak paham Islam,” kata Syaiful, Kamis (14/2/2019) malam. “Kalau mereka paham Islam tentu akan tahu diri, dan bisa menjaga marwah kiai” tukasnya.

Pria yang merupakan alumnus Madrasah Aliyah Futuhiyyah-1 Mranggen Demak ini menegaskan, Ulama atau para kiai yang dalam wawasan keilmuannya merupakan sosok pilihan, tak semua orang bisa mencapai tataran tersebut.

“Kiai atau Ulama itu memiliki keistimewaan tersendiri. Dari sisi keilmuan jelas runut sanadnya dan luas pemahamannya. Selain itu, tirakat dan sifat tawadhu’nya luar biasa. Tak sembarang orang bisa menjadi seperti ini. Apalagi kiai thariqah seperti Kiai Hanief,” ujar pria yang pernah nyantri di Al Muayyad Solo.

Rahul, sapaan akrab Syaiful Bahri, menambahkan, beredarnya ujaran kebencian yang ada di media sosial tersebut terbilang keji dan jauh dari nurani manusia yang berakal sehat.

“Ujaran kebencian ini tindakan yang keji, tak manusiawi. Orang yang berakal sehat dan memiliki nurani pasti tak akan melakukan hal demikian,” tegasnya.

Atas adanya kasus ujaran kebencian yang dialamatkan pada K.H. Hanief Ismail, LC, pihaknya sudah mengambil tindakan melalui Tim Ansor Cyber Kota Semarang.

“Kami selalu memantau pergerakan yang ada di media sosial,” ujar Ketua Ansor Cyber Kota Semarang, Dimas Bagus Pamungkas, “Tim kami masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus ujaran kebencian yang dialamatkan pada Abah (Kiai Hanief) untuk bisa ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Kasus ujaran kebencian yang ada ini merupakan buntut dari adanya kekhawatiran Kiai Hanief akan adanya politisasi Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Besar Semarang (MBS) atau dikenal juga Masjid Kauman Semarang. Sebagaimana beredarnya surat instruksi dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Semarang untuk mengikuti Shalat Jum’at bersama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subiyanto di MAS.

Selain surat instruksi yang ditujukan untuk seluruh pengurus DPC Gerindra, calon legislatif, kader, dan simpatisan, beredar pula edaran yang disebar di berbagai media sosial. Hal ini yang menjadikan keberatan Takmir Masjid yang disampaikan dalam siaran pers semalam.

Masjid Besar Semarang merupakan masjid bersejarah di Kota Semarang dan selalu ramai oleh jama’ah. Karena itu, tidak membutuhkan adanya instruksi untuk mengisi shaf (barisan shalat) Jum’at. “Masjid Kauman tu setiap Jum’at shafnya penuh. Jadi tidak perlu menggunakan surat instruksi untuk mengisi shaf hanya karena adanya Capres,” tukas Dimas.

 

(M. Rifqi/ Infodesanews)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi