Jumat, 2 Oktober 2026
TERKINI
• Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (7 jam yang lalu) • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (9 jam yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (14 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (16 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (17 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (17 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (20 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 hari yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (1 hari yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu)
INFODESA 04 Februari 2022, 11:54 WIB 1,032 PDF

Ayo Bongkar LI, Inilah Kata Ketua FKUB ke Pemkab Pati

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ayo Bongkar LI, Inilah Kata Ketua FKUB ke Pemkab Pati
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS – Sehubungan dengan berakhirnya masa bongkar mandiri bangunan di kawasan Lorok Indah (LI), Ketua FKUB Kabupaten Pati DR KH Ahmad Khoiron yang juga Wakil Ketua MUI Kabupaten Pati kembali menegaskan dukungannya terkait langkah Pemkab Pati menertibkan bangunan LI.

“Kami konsisten mendukung dan membantu hingga penertiban usai dan LI bersih dari prostitusi”, tegasnya saat dihubungi via selulernya, Selasa (1/2).

Sebab, lanjut KH Khoiron, pihaknya kerap menerima keluhan masyarakat terkait maraknya prostitusi di lokasi tersebut.”Maka dari fenomena prostitusi LI yang selama ini ada di Pati, Khoiron menilai ada lima jalur yang harus digerakkan secara konsisten dan serempak, agar praktek prostitusi dapat diminimalisir.

Jalur pertama, kata dia, penyediaan lapangan kerja. Ketua FKUB ini menjelaskan, faktor kemiskinan memang yang seringkali menjadi alasan utama mereka terjun ke lembah prostitusi. Namun jalur ini pun sudah dilakukan yakni dengan mengajak penghuni LI untuk berwirausaha.

“Pak Wabup dulu pernah memberikan tawaran usaha. Yang mau laundry dan memang usahanya laundry tidak usah “tinggal” di LI, nanti akan dikasih order laundry-an 50% dari hotel. Kemudian yang mau beralih usaha peternakan, jamur, Pak Wakil Bupati juga mau mengakomodir”, kenangnya.

Tapi, lanjut Khoiron, para penghuni justru memilih untuk mempertahankan usaha karaoke, salon dan kulinernya di Lorok Indah.”Langkah kedua yaitu dengan memberikan bekal pendidikan berwirausaha. ”Ini pun sudah ditempuh Kodim, yakni dengan memberikan ketrampilan menjahit, dengan harapan mereka nantinya dapat bekerja dan berkarya dengan cara yang baik dan halal,” katanya.

Para penghuni juga sudah kerap mendapatkan penyuluhan terkait nilai dasar tentang benar dan salah serta standar-standar hidup yang boleh diambil dan tidak. Sehingga, alasan mereka untuk kembali ke ranah prostitusi setelah mendapat pembinaan keterampilan semestinya tidak akan terjadi bila telah ada penanaman kuat tentang standar benar dan salah.

Selanjutnya jalur ketiga yaitu sosial. Khoiron menuturkan, pembinaan untuk membentuk keluarga yang harmonis juga bisa menjadi solusi yang layak diterapkan di tengah masyarakat.

“Dan yang tidak kalah penting adalah pembentukan lingkungan sosial yang tidak permisif terhadap kemaksiatan sehingga pelaku prostitusi akan mendapat kontrol sosial dari lingkungan sekitar”, tambahnya.

Lalu jalur keempat, political will atau kemauan politik.”Penyelesaian masalah LI memang harus diikuti kemauan yang kuat dari Pemda setempat khususnya terkait konsistensi penegakan hukumnya. Dan saya melihat Pemkab sudah sangat sungguh-sungguh, jadi kita pun harus sungguh-sungguh mendukung kebijakannya”, tambahnya.

Lalu yang kelima tentunya jalur penegakan hukum.”Jika lahan dan bangunannya saja melanggar hukum, apalagi praktek prostitusinya. Karenanya ini butuh penegakan hukum yang nyata.

Pihaknya pun yakin, bila penertiban LI di bulan Februari ini sudah lama menjadi keinginan masyarakat Pati lantaran upaya persuasi juga sudah lama dilakukan berbagai pihak dan dengan berbagai cara,”pungkasnya.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi