Jumat, 2 Oktober 2026
TERKINI
• Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (7 jam yang lalu) • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (8 jam yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (13 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (15 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (16 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (17 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (19 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 hari yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (1 hari yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu)
INFODESA 01 Februari 2022, 10:37 WIB 1,362 PDF

Bangunan LI Bertentangan Dengan Perda RT RW

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bangunan LI Bertentangan Dengan Perda RT RW
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS – Niatan salah satu pengusaha LI yang hendak mewakafkan bangunannya untuk Ponpes, tampaknya bakal terhalang.”Hal itu bukan karena Pemkab namun justru karena sejak lama, tanah dan bangunan itu sudah dijadikan agunan perbankan oleh pemiliknya.

“Kalau memang informasi ini benar adanya maka kewenangan hak atas tanah tersebut terhalang oleh adanya tanggungan hutang perbankan. Jika sang pemilik tidak mampu membayar maka benda tersebut akan menjadi hak milik bank. Otomatis perwakafannya juga terhalang, karena tidak bisa dilakukan pengalihan hak”, terang Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim, saat diwawancarai via selulernya, Sabtu (29/1).

Lebih lanjut, ia pun menegaskan bahwa wakaf harus memenuhi persyaratan baik secara hukum syariat maupun hukum positif.”Harta benda yang diwakafkan dianggap sah jika memenuhi sejumlah syarat diantaranya harus merupakan milik pewakaf sepenuhnya (tidak merupakan agunan-red)”, tuturnya.

Syarat lainnya, benda tersebut dapat dipindahkan kepemilikannya dan dibenarkan untuk diwakafkan. “Nah kalau masih jadi agunan kan berarti tak bisa dipindahkan kepemilikannya”, ujar Ketua PCNU Pati.

Lalu dari kacamata hukum positif, keberadaan bangunan di lokasi tersebut juga bertentangan dengan Perda RT RW.”Di situ peruntukannya adalah lahan pertanian produktif, jadi tak semestinya didirikan bangunan”, tambahnya.

Karena itu, Ketua PCNU secara tegas menyampaikan dukungan untuk rencana penertiban bangunan-bangunan di LI.”Jadi, bila ada yang mempertanyakan mengapa bangunannya tidak dikembangkan menjadi Ponpes saja, itu kan akan baik dan bermanfaat bagi pendidikan? Maka jawaban kami tidak setuju dengan asumsi tersebut”, tambahnya.

Menurut Ketua PCNU, jika ada dua hal yang mengandung manfaat dan mudharat, sedangkan manfaatnya masih belum pasti dan mudharatnya jelas-jelas nyata karena ada praktek prostitusi apalagi bertentangan dengan Perda RTRW, maka yang dikedepankan adalah menghilangkan mudharatnya dulu.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi