BLORA, INFODESANEWS – Kabupaten Blora kembali menorehkan sejarah penting dalam sektor pertanian nasional. Kamis (24/7/2025), Desa Pelem, Kecamatan Jati, menjadi lokasi peluncuran perdana Program Gerakan Menanam Anti Rugi (GeMAR), sebuah inisiatif strategis Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama PT Agro Nusantara Tani Milenial (ANTaM).
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara Kemendes PDT dan PT ANTaM. Program ini bertujuan membimbing dan menjamin kegiatan pertanian melalui BUMDes, BUMDESMA, dan BUMDes Bersama LKD, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mewujudkan swasembada pangan.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman menyampaikan, apresiasi atas kunjungan kedua Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, ke Blora dalam kurun waktu tiga bulan.
“Kehadiran Bapak Menteri menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan desa dan ketahanan pangan di Blora. Kami mendukung penuh program GeMAR, apalagi digerakkan oleh generasi muda inovatif,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur Jateng, menegaskan pentingnya peran desa sebagai ujung tombak ketahanan pangan.
“Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional. GeMAR diharapkan bisa mendorong minat generasi muda menjadi petani milenial,” katanya.
Direktur PT ANTaM, Andi Restu Wibowo menjelaskan bahwa GeMAR lahir dari keprihatinan atas menurunnya jumlah petani muda.
Mayoritas petani saat ini berusia di atas 40 tahun. Dengan GeMAR, kami berikan jaminan agar petani tidak rugi meski gagal panen,” jelasnya.
Menteri Yandri Susanto menegaskan, program ini akan menjadi unggulan nasional Kemendes PDT.
“Dana desa akan difokuskan untuk ketahanan pangan. Mulai dari pembibitan, pembiayaan, hingga pemasaran, petani akan didampingi secara menyeluruh,” tegasnya.
Acara ditutup dengan penanaman simbolis bibit jagung, dihadiri oleh Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, jajaran Kemendes, perwakilan DPR RI, serta ratusan pengelola BUMDes dan petani se-Jawa Tengah.
Program GeMAR diharapkan menjadi solusi nyata bagi petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.**Red