LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Antusiasme masyarakat menyambut partai puncak Piala Dunia 2026 dimanfaatkan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lampung Selatan, Dwi Riyanto, dengan menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di pinggir jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Merbau Mataram, Tanjung Bintang, dan Tanjung Sari, Minggu malam (19/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB itu dipadati warga dari berbagai desa. Tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola terbesar dunia, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara masyarakat.
Sebelum pertandingan dimulai, Dwi Riyanto menyampaikan sambutan dengan mengajak warga yang hadir untuk bersama-sama menyukseskan Program HELAU yang digagas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Menurutnya, keberhasilan program pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, bergotong royong, serta bersama-sama menciptakan desa yang nyaman dan tertata. Kebersamaan seperti malam ini harus menjadi energi positif dalam membangun daerah,” ujar Dwi Riyanto.
Ia menambahkan, semangat gotong royong tersebut semakin relevan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum kemerdekaan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.
Dalam suasana penuh keakraban, Dwi Riyanto juga menyampaikan prediksinya terkait laga final Piala Dunia 2026. Ia menjagokan Spanyol menang tipis 1-0 atas Argentina.
Dwi Riyanto menilai Spanyol memiliki kekuatan sepak bola yang dibangun melalui sistem pembinaan dan pengelolaan klub yang profesional. Menurutnya, salah satu hal menarik dari sepak bola Spanyol adalah adanya keterlibatan kuat para pendukung dalam perjalanan klub.
“Di Spanyol, ada klub-klub yang memiliki konsep keterlibatan anggota atau suporter. Mereka bukan hanya sebagai penonton, tetapi memiliki rasa memiliki terhadap klub dan ikut berperan dalam menentukan arah perjalanan klub,” jelasnya.
Menurut Dwi, sistem tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat ekosistem sepak bola Spanyol mampu bertahan dan berkembang dengan kuat, baik dari sisi prestasi maupun manajemen.
Untuk menambah kenyamanan warga yang hadir, panitia juga menyediakan kopi gratis bagi seluruh peserta nobar. Sajian sederhana tersebut semakin menambah hangat suasana, di mana warga tampak menikmati pertandingan sambil bercengkerama dan mempererat hubungan antarwarga.
Suasana nobar berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Warga dari wilayah Merbau Mataram, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan sekitarnya terlihat antusias mengikuti jalannya pertandingan hingga akhir laga.
Melalui kegiatan nobar tersebut, Dwi Riyanto berharap semangat sportivitas dalam sepak bola dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat budaya gotong royong, serta bersama-sama mendukung pembangunan Kabupaten Lampung Selatan. (Red)