Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 25 Februari 2025, 21:39 WIB 1,057 PDF

Bumdes Margo Mulyo Menggelar Rapat Kerja Pengembangan Ketahanan Pangan 

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bumdes Margo Mulyo Menggelar Rapat Kerja Pengembangan Ketahanan Pangan 
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Margo Mulyo mengadakan rapat kerja analisa pengembangan budidaya ayam petelur dan pengembangan ketahan pangan, menindak lanjuti studi banding ketahanan pangan dengan ternak ayam petelur, di kantor Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Kepala Desa Plosorejo, Musleh mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Bumdes Margo Mulyo dan warga telah melakukan studi banding ternak ayam petelur di Jogjakarta, Jogja memiliki sumber daya alam yang mendukung peternakan ayam petelur, seperti iklim yang stabil dan ketersediaan pakan alami. Selain itu, masyarakat Jogja telah memiliki tradisi kuat dalam beternak, sehingga potensi pengembangan lebih mudah dilakukan.

“Permintaan telur ayam yang tinggi di pasar lokal dan nasional membuka peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan produksi. Dengan penerapan sistem manajemen kandang yang lebih modern, produktivitas telur dapat ditingkatkan secara signifikan,” ujarnya, Selasa (25/2/2025)

Lanjutnya, ada dua sistem kandang yang umum digunakan, sistem tradisional (diliarkan) dan sistem modern (baterai atau kotak). Menurut Profesor Ali, pakar peternakan yang hadir dalam pelatihan, sistem diliarkan lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas telur.

“Ayam petelur memiliki insting alami untuk bergerak bebas, seperti melangkring, mencakar, dan berkokok. Sistem diliarkan memungkinkan ayam untuk mengekspresikan insting alaminya, sehingga menghasilkan telur dengan kualitas lebih baik,” jelas

Lebih lanjut, dengan fokus pada pengembangan ayam petelur,  memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra produksi telur terkemuka di Indonesia. Melalui analisis dan penerapan solusi yang tepat, diharapkan sektor peternakan di Jogja dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan peternakan khususnya ayam petelur, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Bumdes Margo Mulyo, Nur Taufik mengatakan, untuk program ketahanan pangan dan studi banding yang dilaksanakan di Yogyakarta bertujuan untuk mempelajari best practices dalam pengelolaan peternakan dan ketahanan pangan, memberikan wawasan baru tentang sistem kandang modern dan manajemen peternakan yang efektif.

“Kami telah melihat langsung bagaimana peternakan di Yogyakarta dikelola dengan sistem kandang yang efisien, baik menggunakan lahan terbuka maupun sistem baterai. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan peternakan di Desa,” ujarnya.

Taufik menambahkan, salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini adalah rencana penggunaan dana sebesar Rp160 juta yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan.

“Dana ini dapat digunakan secara optimal untuk membangun infrastruktur peternakan yang mendukung peningkatan produksi pangan lokal,” pintanya

Lanjutnya, terdapat dua opsi yang dipertimbangkan untuk penggunaan dana tersebut, opsi pertama adalah membangun kandang di lahan terbuka, yang memungkinkan hewan ternak bergerak lebih bebas dan mengekspresikan insting alaminya. Sistem ini dinilai lebih ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas produk ternak.

Opsi kedua adalah menggunakan sistem kandang baterai, yang lebih praktis dalam hal pengelolaan kebersihan dan kesehatan hewan ternak. Sistem ini juga memungkinkan pengontrolan yang lebih ketat terhadap produktivitas ternak.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempertimbangkan opsi terbaik dalam penggunaan dana ini. Tujuannya adalah agar program ketahanan pangan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” terangnya.

Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan ini, dengan komitmen bersama dari pemerintah, Badan Pengusaha Desa, dan masyarakat, diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan ketahanan pangan yang berkelanjutan.*Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi