LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Ngaben Massal Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, kembali membuktikan diri sebagai salah satu magnet wisata budaya terbesar di Indonesia. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati lokasi prosesi puncak Upacara Pitra Yadnya, Jumat (7/8/2026), menyaksikan kemegahan tradisi yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Bali di Lampung Selatan.
Lautan manusia mengiringi prosesi pengarakan bade menuju setra. Tidak hanya masyarakat lokal, keluarga peserta dan wisatawan budaya datang dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi hingga Pulau Bali, menjadikan Balinuraga sebagai pusat pertemuan budaya Nusantara.
Momentum tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, yang menegaskan bahwa Ngaben Massal bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi telah berkembang menjadi aset budaya sekaligus daya tarik wisata yang mampu mengangkat nama Lampung Selatan di tingkat nasional.
“Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan yang sangat berharga bagi Kabupaten Lampung Selatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Bupati Egi.
Menurutnya, kekuatan tradisi yang tetap lestari menjadi modal penting dalam membangun sektor pariwisata berbasis budaya tanpa menghilangkan nilai sakral yang diwariskan leluhur.
Selain menjadi simbol pelestarian adat, Ngaben Massal juga terbukti memberi dampak ekonomi yang nyata. Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan, Made Sugriwa, menyebut sekitar 15.000 hingga 16.000 pengunjung hadir selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Lonjakan pengunjung tersebut menghidupkan sektor usaha masyarakat, mulai dari kuliner, perdagangan, jasa transportasi hingga pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum budaya tersebut.
Ngaben Massal tahun ini diikuti 270 sawa, terdiri dari 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak, dengan dukungan sekitar 500 panitia dan relawan yang bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian prosesi.
Made Sugriwa berharap pemerintah terus memperkuat penataan kawasan, akses, dan fasilitas pendukung sehingga Ngaben Massal Balinuraga mampu berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan nasional tanpa mengurangi nilai religius dan kesakralannya.
Kehadiran Bupati Egi bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran PHDI Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.
Ngaben Massal Balinuraga kini tidak lagi hanya menjadi milik masyarakat Hindu di Lampung Selatan, tetapi telah menjelma sebagai etalase keberagaman Indonesia.
Tradisi ini membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan yang mampu menggerakkan pariwisata, menghidupkan ekonomi rakyat, sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan di tingkat nasional.(Red/Infodesanews | Sumber: Diskominfo Lampung Selatan)