Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (14 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (20 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 27 Oktober 2017, 19:45 WIB 2,696 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Cabai Petani Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan Terancom Gagal Panen.

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cabai Petani Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan Terancom Gagal Panen.
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Lampung Selatan, Infodesanews – Puluhan Hektar tanaman cabai milik petani di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan gagal panen.

Para petani masih menunggu hasil tuntutan terhadap pelaksana proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun infodesanews.com tanaman cabai milik para petani Desa setempat yang berusia sekitar 1 bulan lebih rusak dan mati.

Rusak dan matinya tanaman tersebut diduga akibat banyaknya debu dampak dari aktivitas proyek tol.
“Dari hasil pantauan kelapangan, keseluruhan tanaman cabai, seluas 6,5 hektare yang rusak keriting dan mati,”kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kecamatan Sidomulyo, Didik, Kamis (26/10/2017).

Dari 6,5 hektare tanaman yang menjadi keriting, seluas 1,5 hektare tergolong rusak parah. Ada beberapa penyebab tanaman cabai milik petani setempat yang menjadi keriting.
“Salah satu penyebab tanaman menjadi keriting karena kurangnya pasokan air,” kata dia.
Saat ditanya penyebab kematian karena debu akibat proyek tol, Didik menjelaskan faktor debu yang berlebihan bisa merusak tanaman.
“Akan tetapi debu akan hilang kalau turun hujan. Permasalahannya, hujan tidak kunjung turun didaerah tersebut,” kata dia lagi.

Sementara itu, seorang petani setempat mengaku meminta ganti rugi kematian tanaman cabai sebesar Rp35 juta/hektare.
“Jumlah itu belum termasuk biaya tenaga kerja,” ungkap Made Suparna (41). Kepada awak media kamis (26/10/2017)

Dijelaskan bahwa , sebelum ada proyek tol, hasil tanaman cabai di daerah tersebut mencapai 9 ton per musim untuk lahan seluas setengah hektare.
“Tanaman saya setengah hektare, bisa menghasilkan 9 ton. Kalau sekarang, belum waktunya berbuah sudah mati,” katanya.

Terpisah, Camat Sidomulyo, Affendi mengatakan belum ada jawaban dari pelaksana proyek tol terhadap tuntutan para petani.

“Hingga hari ketiga belum ada jawaban dari mereka,” pungkasnya (SG).

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi