(foto dok, momen pembagian takjil gratis saat bulan Ramadhan 1447 H/2026)
LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Tradisi mudik Lebaran kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Lampung Selatan, dari Fraksi Golkar, Derri Kusuma, mengingatkan bahwa mudik bukan sekadar rutinitas tahunan pulang kampung, tetapi momentum strategis yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.
Dalam catatan Lebarannya, kader muda dari partai Golkar itu, menilai ada fenomena penting yang kerap luput dari perhatian, yakni perpindahan uang dari kota ke desa selama arus mudik berlangsung. Perputaran ini, kata dia, menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Setiap mudik Lebaran, terjadi pergeseran uang dari kota ke kampung halaman. Ini bukan hal kecil, karena berdampak langsung pada meningkatnya perputaran ekonomi di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, dampak positif tersebut akan terasa maksimal apabila masyarakat membelanjakan uangnya di lingkungan daerah sendiri. Aktivitas ekonomi lokal, mulai dari pedagang kecil hingga pelaku UMKM, akan ikut terdongkrak.
“Kalau dibelanjakan di dalam daerah, uang itu akan berputar dan menghidupi masyarakat. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegas legislator dari Fraksi Golkar itu.
Namun, Derri juga mengingatkan adanya potensi kebocoran ekonomi yang justru bisa merugikan daerah. Ia menyoroti maraknya praktik judi online yang dinilai menjadi salah satu penyebab keluarnya uang dari daerah, bahkan hingga ke luar negeri.
“Jangan sampai uang yang sudah masuk ke desa malah keluar lagi. Apalagi untuk hal yang merugikan seperti judi online. Selain merusak individu, ini juga mematikan perputaran ekonomi daerah,”ungkap Derri, Rabu (25/3/2026)
Di momentum Lebaran ini, Derri mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan rezeki yang dibawa pulang ke kampung halaman.
Ia berharap mudik tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa.
“Lebaran harus jadi momentum kebangkitan ekonomi lokal. Dari kampung, untuk kampung,” pungkasnya. (Red)