Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (7 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (9 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 01 Juni 2024, 17:49 WIB 2,699 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Cegah Stunting, Dosen UNNES Lakukan Pengabdian di Desa Bogowanti, Blora

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cegah Stunting, Dosen UNNES Lakukan Pengabdian di Desa Bogowanti, Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS | Dosen Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Kegiatan ini fokus pada edukasi pencegahan stunting pada anak, Kamis, 30/05/2024.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Atika Wijaya, M.Si, menyampaikan pemilihan Blora sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada data BPS yang menunjukkan angka stunting masih tinggi di wilayah tersebut, yaitu 25%, khususnya di Kecamatan Ngawen.

Dok. Ketua Tim Pengabdian, Dr. Atika Wijaya, M.Si, memberikan cendra mata kepada kepala desa Bogowanti setelah di laksnakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Kamis, 30/05/2024.

“Diharapkan kegiatan ini dapat membantu masyarakat, terutama ibu-ibu muda, dalam pemilihan makanan bergizi agar balita sehat dan bebas dari stunting,” ujar Dr. Atika.

Kepala Desa Bogowanti, Suyitno, mengapresiasi inisiatif UNNES dan menyampaikan bahwa angka stunting di desanya relatif rendah berkat kerjasama aktif antara masyarakat dan kader Posyandu dalam sosialisasi.

“ Kami berterima kasih atas peran Dosen Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam membatu kami dalam upaya memberikan edukasi kepada warga kami, dan semoga kegiatan ini akan diakan lagi dalam waktu – waktu kedepannya,” ungkapnya.

Patauan Media Infodesanews di lapangan, Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu muda, ibu-ibu hamil anggota PKK Desa Bogowanti, serta kader Posyandu. Pemateri utama disampaikan oleh Eka Yuniati, M.A., asisten peneliti stunting dari Universitas Gadjah Mada.

Eka Yuniati menjelaskan stunting disebabkan oleh pola asuh yang kurang tepat, gizi yang kurang, serta pernikahan usia dini. Eka juga memperkenalkan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang memberikan panduan memasak sehat dan penyuluhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui.

“Pola asuh yang kurang tepat sering kali melibatkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan emosional dan fisik anak, yang menghambat perkembangan optimal mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut Eka Yuniati membeberkan gizi yang kurang pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti stunting, yang berdampak negatif pada kemampuan kognitif dan fisik anak. Pernikahan usia dini juga berisiko tinggi menyebabkan kehamilan pada usia yang belum matang, mengakibatkan komplikasi kesehatan bagi ibu dan bayi serta meningkatkan kemungkinan stunting.

“Pengetahuan terkait gizi sangat penting karena kekurangan gizi pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan stunting, yang berdampak negatif pada kemampuan kognitif dan fisik anak. Selain itu, pernikahan usia dini meningkatkan risiko kehamilan pada usia yang belum matang, menyebabkan komplikasi kesehatan bagi ibu dan bayi serta memperbesar kemungkinan terjadinya stunting,” pungkasnya.

Acara berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang ditunjukkan dalam sesi diskusi dan kuis. Tim Pengabdian UNNES mengakhiri acara dengan berterima kasih kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atas dukungan pendanaan melalui DPA FISIP UNNES 2024 Nomor Kontrak: 78.26.3/UN37/PPK.03/2024, yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan ini dengan baik.**Red.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi