Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (16 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 24 Desember 2019, 11:58 WIB 2,448 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Cegah Stunting Ibu Hamil, Balita, Pemdes Salama Bersama Puskesmas Gelar Sosialisasi

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cegah Stunting Ibu Hamil, Balita, Pemdes Salama Bersama Puskesmas Gelar Sosialisasi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

LUWU UTARA(SULSEL), INFODESANEWS – Sejumlah ibu hamil dan ibu balita antusias mengikuti sosialisasi pencegahan balita stunting di Kantor Desa Salama Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara, Senin(23/12).

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan program kerja Pemerintah Desa Salama yang pembiayaannya bersumber dari Dana Desa setempat.

Hairul Muslimin, Kepala Puskesmas Sabbang, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya penanggulangan stunting merupakan tanggung jawab bersama para pemangku kepentingan.

” Sinergitas lintas sektor penting artinya dalam penanggulangan stunting. Pemerintah Desa yang peduli terhadap penyelamatan generasi penerus bangsa patut diacungi jempol,”ucap Hairul Muslimin pada media ini, Senin23/12).

Dihadapan peserta sosialisasi, Hairul Muslimin mengajak warga desa untuk mencegah stunting. Menurut Kepala Puskesmas(Kapus) Sabbang ini, pencegahan stunting merupakan cara paling efektif dalam penanggulangan gagal tumbuh pada anak.

” Pencegahan stunting baiknya dilakukan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan seorang anak, dihitung sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Ini periode emas bagi tumbuh kembang anak,” terang Hairul Muslimin.

Cara pencegahan stunting menurutnya dilakukan dengan memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup. Makanan bergizi penting untuk ibu hamil dan pertumbuhan janin dalam rahim.

Pemberian ASI Eksklusif pada anak usia 0-6 bulan memiliki kontribusi yang berarti dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bergizi seorang anak. Menurut pria yang berjenggot dan berusia 43 tahun ini, Pemberian Air Susu Ibu saja sampai usia 6 bulan akan melindungi anak dari masalah kekurangan gizi dan peluang terjadinya stunting.
” Seorang ibu haruslah memberikan ASI kepada anaknya. Kandungan gizi pada ASI lebih baik dari pada susu formula,” jelasnya.

Pertemuan sosialisasi stunting berlangsung sehari. Nampak hadir pada pertemuan itu aparat Kantor Desa Salama, dokter Puskesmas Sabbang dan Bidan Desa Salama.(yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi