LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (15/4/2026). Akibatnya, sebuah pohon pete setinggi kurang lebih 10 meter tumbang dan menimpa satu rumah warga di Desa Way Gelam, Dusun 02.
Rumah milik Dahlan mengalami kerusakan pada bagian atap setelah tertimpa pohon yang roboh akibat cuaca ekstrem tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, Dahlan diketahui sedang berada di rumah saudaranya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi. Ia kemudian mendapat kabar dari tetangga dan langsung kembali ke rumahnya.

Menurut Dahlan, tumbangnya pohon terjadi saat hujan deras disertai angin kencang dan petir yang cukup kuat. Ia mengaku tidak menyangka pohon tersebut akan roboh hingga menimpa rumahnya.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena saat pohon pete tumbang tertahan oleh kayu di atas bangunan, sehingga tidak langsung menimpa ke bawah,” ujar Dahlan.
Kepala Desa Way Gelam, Setiawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun rumah warga mengalami kerusakan cukup serius pada bagian atas bangunan.
Setiawan juga menyampaikan bahwa pemerintah desa bersama warga setempat bergerak cepat melakukan penanganan dengan memangkas dan mengevakuasi pohon tumbang.
“Saat ini pemerintah desa bersama masyarakat tengah membersihkan material reruntuhan bangunan dan pohon tumbang di lokasi kejadian,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Candipuro, Sumiati, SE, turut meninjau langsung lokasi kejadian. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
“Warga yang memiliki pohon besar di dekat rumah agar segera dilakukan pemangkasan atau penebangan untuk menghindari kejadian serupa,” imbaunya.
Hingga siang hari, proses pembersihan masih terus dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama aparat desa menggunakan alat pemotong kayu untuk menyingkirkan batang pohon.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana. (Red/Bambang)