Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 02 Oktober 2017, 09:26 WIB 1,534 PDF

Dedi Mulyadi ” Orang Bogor tidak Pantas makan beras Raskin”

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dedi Mulyadi ” Orang Bogor tidak Pantas makan beras Raskin”
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BOGOR, INFODESANEWS | Lagu-lagu sunda berkumandang mendayu-dayu menghibur masyarakat yang datang memenuhi GOR Jasinga Kabupaten Bogor dalam rangka menunggu kedatangan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Masyarakat yang sudah hadir dari siang kelihatan mulai gelisah menunggu kedatangan salah satu kandidat balon gubernur Jawa Barat yang belum kunjung datang juga. Satu persatu para pengisi acara dan tamu undangan menyumbangkan acara turut pakaulan dalam acara anjang Kanyaah seraya mengalihkan perhatian masyarakat kepada kesenian sunda untuk mengusir rasa bosan dan jenuh menunggu kedatangan Kang Dedi.

Paguyuban Seniman dan Budayawan Kabupaten Bogor di bawah pimpinan Kasepuhan Abah Jana tak ketinggalan mencoba mencairkan suasana yang mulai memanas karena ruangan yang suhunya mulai naik dengan mengajak para undangan menari mengiringi nyanyian yang dibawakan oleh salah satu penyanyi di bawah pimpinan Nenden Banurdiyah.

Acara Silaturahmi yang di gelar oleh Sahabat sejati Dedi Mulyadi di wilayah Jasinga Kabupaten Bogor dan Sekitarnya dihadiri oleh para tokoh masyarakat, budayawan, para pemuda dan masyarakat bertempat di GOR Jasinga Kabupaten Bogor wilayah Barat hari minggu tanggal 1 /10/2017.

Acara silaturahmi dengan tema “Anjang Kanyaah Neundeun Kadeudeuh” ala Kang Dedi mengundang banyak perhatian masyarakat terbukti dari undangan yang datang ke tempat pertemuan.

Kang Dedi dalam acara anjang kanyaah ini mengemas konseptual pemikiran kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dengan cara yang sangat sederhana sehingga merebut atensi para undangan.

Dedi Mulyadi mengajak seorang undangan yang hadir untuk berbincang-bincang dengannya di depan Forum.

Muslim salah satu warga Banyuresmi Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang diajak berbincang oleh Kang Dedi, dengan keluguannya menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi seputar Kehidupan keluarganya dengan nada yang polos sehingga sering kali mengundang gelak tawa hadirin.

Dari perbincangan antara Dedi Mulyadi dengan Muslim, ada beberapa konsep pemikiran yang sebenarnya sedang disampaikan Dedi secara tidak langsung.

Konsep tatanan kemandirian masyarakat Jawa Barat yang seharusnya menjadi cara hidup masyarakat sunda termasuk dalam kemandirian berekonomi.

“Masyarakat Jawa Barat itu harus bisa memenuhi kebutuhannya sendiri karena tanah Jawa Barat itu tanah yang paling subur, Sehingga sudah selayaknya masyarakat Jawa Barat hidup subur makmur,” jelas Dedi Mulyadi.

Kosep lain yang di tanamkan Dedi dalam acara temu silaturahmi adalah jawa Barat harus memiliki pemimpin yang bisa bergandengan dengan masyarakatnya. Dimana pemimpin dan masyarakat sama-sama menciptakan kondisi masyarakat yang silih asah, silih asih dan silih asuh.

“ Rakyatna daekan pamimpinna rapekan. Pamimpin anu murah bacot murah congcot,” kata Dedi.

Dalam perbincangannya juga Dedi menanamkan bahwa masyarakat Bogor tidak layak mengkonsumsi beras raskin karena tanah Bogor tanah yang subur sehingga seharusnya masyarakat Bogor mengkonsumsi beras terbaik.

Dedi juga melontarkan pola tatanan ekonomi keluarga yang mandiri di mulai dari mencoba mencukupi kebutuhan keluarga sendiri. Dimana semua anggota keluarga saling bahu-membahu memenuhi kebutuhannya.

“Bapakna kaluar ti imah nyiar rejeki, pamajikanana di imah nyieun kue bari ngurus kaluarga. Embe na di buruan, hayamna endogan, kulahna laukan. Hayang sayur tinggal metik. Moal aya deui paribasa Sareukseuk panon pondok lengkah hutang raweuy dimana-mana,” tutur Dedi menyampaikan konseptual tatanan ekonomi masyarakat yang akan dia bangun kelak dengan cara yang luar biasa sederhana. ( Ry)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi