Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (12 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (19 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 29 Januari 2018, 07:30 WIB 2,504 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dengan Keterbatasan Fisik, Rini Safitri Mengharumkan Desanya

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dengan Keterbatasan Fisik, Rini Safitri Mengharumkan Desanya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Lampung Selatan, Infodesanews.com – Rini Safitri (25) warga Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan penyandang Tunanetra butuh perhatian Khusus.

Rini Safitri yang Terlahir dengan kekurangan dan hidup yang pas-pasan tidak membuat dirinya berputus asa dan berhenti untuk berkarya ,mengharumkan nama tempat tinggalnya serta memberinya kehidupan dengan penghasilan dari sang suami sebagai tukang ojek.

Ia tinggal bersama sang suami yang juga penyandang Disabilitas bersama kedua putri kembarnya di rumah yang kecil dan sangat sederhana,berdindingkan geribik di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan,

Rina Safitri sudah sejak lahir tidak dapat melihat, ia belajar dari apa yang didengarnya. walaupun dengan kondisinya yang sangat terbatas , dirinya sering menjuarai berbagai perlombaan MTQ tingkat kabupaten dan provinsi untuk kategori tuna netra.

“Pada waktu itu saya masih remaja, awalnya mendengar orang ngaji, lalu saya ikuti ucapannya,” kata Rina saat ditemui di kediamannya, Minggu (28/1).

Setelah sering mendengar orang yang mengaji, ada tetangga yang mengetahui hal tersebut, lalu mengajarkan cara mengucapkan lafadz Alquran yang benar. “Ada yang mendengar, dia bilang suara saya bagus, kalau mau dilatih pasti lebih bagus,” ujarnya.

Ayat-ayat suci Alquran hanya bisa dihafalkannya lewat pendengarannya. Ia tidak bisa membaca tulisan meskipun menggunakan huruf braille.
“Saya tidak sekolah, jadi tidak pernah tahu membaca meskipun dengan huruf braille,” ungkapnya.

Hampir sepuluh tahun, Rina mengikuti perlombaan MTQ dan berbagai predikat juara sudah diraihnya. “Juara II MTQ di Tulangbawang, Juara III MTQ di Kalianda dan banyak juara harapan,” kata dia.

Banyak pengalaman dan hikmah yang dipetik pada saat menjadi qori di berbagai perlombaan MTQ yang mewakili Lampung Selatan. “Pernah di Tanggamus pulang sendiri, karena ditinggal oleh rombongan,” katanya.

Setiap ikut perlombaan, Rina mengaku selalu diberikan uang transportasi dari pemerintah setempat. Uang itu digunakannya seirit mungkin untuk kebutuhan selama mengikuti MTQ. “Kalau ada uang, ada sisa, saya simpan untuk beli susu si kembar,” ujarnya.

Begitu juga jika menjadi juara dan mendapatkan hadiah uang tunai. Langsung ditabung untuk kehidupan sehari-hari. Sang suami, Misroh (39) yang juga disabilitas kesehariannya hanya pengojek. “Suami saya kesehariannya mengojek, kadang tidak dapat uang,” katanya.

Rina berharap kepada pemerintah agar ada perhatian khusus untuk pembinaan terhadap kaum disabilitas yang memiliki keahlian seperti dirinya.
“Jangan hanya kalau dibutuhkan baru dihubungi,” kata dia.

Perhatian dan pembinaan itu sangat perlu, karena dirinya kerap ditawari untuk pindah ke daerah lain agar bisa mengikuti MTQ mewakili daerah tersebut. “Dari dulu banyak yang nawarin, dengan menjanjikan perhatian dan pembinaan, tapi saya tidak pernah mau,” ujarnya.

Rina menikah pada 2012 lalu dan sudah dikarunia dua orang putri, Reva dan Revi (4). Ia bersama suaminya bertekad ingin menyekolahkan kedua anaknya setinggi mungkin, agar kelak menjadi orang yang sukses. “Alhamdulillah bersyukur kedua anak kami sehat dan normal,”Ungkapnya. (SG/ slmt)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi