Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 31 Maret 2021, 13:56 WIB 1,659 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Densus 88 Bersama, Intai Jaringan Teroris Jamaah Ansharut Daulah Enam Tahun Lebih

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Densus 88 Bersama, Intai Jaringan Teroris Jamaah Ansharut Daulah Enam Tahun Lebih
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL, INFODESANEWS – Jejak para terduga teroris cukup lama diawasi dan diintai tim Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Pengintaian itu enam tahun lebih, dari 2015 sampai dengan 2021.

Dan pada Rabu 6 Januari 2021 lalu tim Polda Sulsel bersama Densus 88 mengadakan operasi penangkapan.

Hal tersebut dikemukakan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dikutip dari Tribrata Sulsel. “Menurutnya, keterlibatan pelaku merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dan saat itu Densus 88 Mabes Polri bersama Polda Sulsel melakukan penangkapan terduga teroris sebanyak 20 orang pada lima titik diwilayah Sulawesi Selatan,” ungkap Kapolda Sulsel.

Dan sebelumnya, Tim Densus 88 telah menembak mati 2 orang terduga teroris karena melakukan perlawanan di Villa Mutiara Makassar.

Densus 88 Antiteror membeberkan fakta baru bom bunuh diri di Gereja Katolik Katedral Keuskupan Agung Makassar. Dari hasil penangkapan 7 terduga teroris, terungkap bahwa teror Makassar sudah dirancang sejak enam bulan lalu.

“Teror ini dirancang di Kompleks Villa Mutiara Biru. Ini bukan hanya melibatkan pasutri Muh Lukman Alfahiz (MLA) dan Yogi Safitri Fortuna (YSF). Ada beberapa orang yang ikut terlibat merancang,” terang Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, di Markas Besar (Mabes) Polri, Selasa 30 Maret 2021.

Dalam rangkaian penggerebekan, Polri sudah mengamankan 7 terduga teroris. 3 dari 7 itu disebut pernah berbaiat di Markas Front Pembela Islam (FPI).

Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, salah satu yang ikut merancang bom bunuh diri di Katedral adalah AS alias EKA alias AR. AS ikut melakukan survei lokasi pemboman.

Selain itu, ada terduga teroris lainnya yakni SAS. SAS juga pernah mengikuti baiat di markas FPI. SAS kata Kombes Ahmad Ramadhan, mengetahui persis rencana peledakan itu. Ia juga bagian dari perancang bersama AS dan pasangan suami istri, Muh Lukman Alfahiz dan Yogi Safitri Fortuna (suami isteri) bom bunuh diri.

Lalu terduga berinisial R alias M. R ikut dalam rencana tersebut. Bahkan R terlibat melakukan survei untuk menentukan lokasi di mana bom akan diledakkan.

“R ikut dalam survei lokasi untuk menentukan lokasi pengeboman. Dia tahu betul di mana titiknya. Dia ikut bersama L,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri. (rus/yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi