Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (21 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2018, 12:54 WIB 704 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dewan adat tuntut pemimpin Bogor yang peduli Budaya

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dewan adat tuntut pemimpin Bogor yang peduli Budaya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

 

Cibinong – Infodesanews- Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa (SLW) menyerukan 9 pasangan calon wali kota – wakil wali kota dan calon bupati – wakil bupati Bogor periode 2018-2023 agar menempatkan program pembangunan budaya Sunda sebagai prioritas bila terpilih menjadi pemimpin Bogor.

Demikian diutarakan Ketua Umum Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa, Ki Karyawan Fathurachman kepada wartawan di Bale Pakuan, Jl Rd Aspiya, Kelurahan Karadenan, Cibinong, Minggu (4/3).

“Kami menyerukan 9 pasangan calon wali kota – wakil wali kota dan calon bupati – wakil bupati Bogor agar memperhatikan budaya Sunda dalam merumuskan visi, misi dan program,” ujar Karyawan Faturahman.

Karyawan berharap, pasangan calon manapun yang kelak dipercaya warga Bogor untuk menjadi bupati maupun wali kota, agar memberikan sentuhan khusus pada bidang budaya.

“Kami mengajak siapapun paslon yang akan dipilih warga Bogor menjadi bupati dan wali kota pada Pilkada 27 Juni mendatang, agar menempatkan pembangunan budaya sebagai prioritas,” beber Wakil Bupati Bogor periode 2008-2013 ini.

Ketua Bidang IT, Humas dan Kerja Sama Antarlembaga SLW, Ahmad Fahir menambahkan, secara organisasi, rumah besar para insan seni dan budaya Sunda ini berprinsip netral dalam Pilkada. SLW menghargai apapun pilihan masyarakat Bogor.

Diharapkan semua paslon pemimpin Bogor dapat bekerja sama dengan SLW dalam merumuskan agenda besar pembangunan budaya Sunda ke depan.

Fahir mengutarakan, pada 2017, UNESCO sudah menetapkan Indonesia sebagai negara adidaya pada bidang budaya. Sedangkan Bogor merupakan akar dan ibu kandung peradaban Nusantara, yang memiliki 300 lebih situs cagar budaya.

“Kami berharap semua paslon bupati dan wali kota peduli budaya. Bogor merupakan situs penting peradaban Nusantara. Selama ribuan tahun Bogor menjadi ibukota Kerajaan Sunda, yang menjadi cikal bakal dari semua kerajaan di bumi Nusantara,” papar Fahir.

Pada Kamis malam Jumat (1/3) SLW menyelenggarakan pertemuan untuk menyusun agenda strategis pengembangan kerja sama dengan 9 paslon bupati dan wali kota Bogor.

Pertemuan yang dilangsungkan di Bale Pakuan, Cibinong, dihadiri Ketua Umum Dewan Adat SLW Ki Karyawan Fathurachman, Sekretaris Umum Ki Deden Sukmaaji, Pembina SLW, Rama Said, Ketua Bidang Seni dan Pagelaran, Ki Tjethep Thoriq, Ketua Bidang IT, Humas dan Kerja Sama Antarlembaga, Ahmad Fahir, dan Bendahara, Asep Sugandi.

Hadir pula sejumlah tokoh Sunda dari berbagai komunitas, yakni Bah Syarif Bastaman dari Baraya Kujang Pajajaran (BKP), penggagas kegiatan “Ngalokat Hulu Cai Cihaliwung”, Bah Gatut Susanta, Ki Ali Khan, Ki Romen dan puluhan pegiat budaya Sunda lainnya.

Ki Gatut Susanta, yang didaulat peserta rapat untuk menjadi ketua pelaksana diskusi publik dengan 9 paslon bupati dan wali kota Bogor mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan KPUD baik Kota maupun Kabupaten Bogor.

“Kegiatan diskusi publik akan digelar bulan April. Kami akan konsultasi dengan KPUD, untuk kerja sama dan menyesuaikan waktu kosong kampanye,” ungkap Gatut yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor.

Gatut mengajak agar semua komunitas seni budaya dan berbagai elemen masyarakat Bogor bersinergi dalam pelestarian budaya Sunda di bumi Prabu Siliwangi.

“Kami mengajak semua pihak guyub membumikan budaya Sunda, karena hakekatnya masyarakat adalah faktor terpenting pelestarian budaya,” kata Gatut.

Pada Minggu malam Senin (4/3) panitia yang dibentuk Dewan Adat SLW menggelar rapat koordinasi di Bale Pakuan, Cibinong. (*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi