Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (14 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (20 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 20 Desember 2019, 07:49 WIB 779 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Diduga Depresi Anak Mantan DPRD Tewas Gantung Diri

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Diduga Depresi Anak Mantan DPRD Tewas Gantung Diri
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LUWU UTARA,  INFODESANEWS — Hiranto Sima (21) warga Desa Terpedo Jaya Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung di jendela rumah, Kamis (19/12/2019) sekira pukul 14.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang himpun Infodesanews.com, Korban yang tinggal bersama neneknya itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengantung diri dijendela rumah neneknya diduga depresi.

Kematian korban Hiran pertama kali dilihat oleh sang nenek Rifka Sewang(68), dan Suriani(40) tetangga korban, Alfriani(31) Kejadian itupun langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Polsek Sabbang.

“Setelah menerima lapaoran, kami bersama tim langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan dibantu keluarga untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara(TKP).” Kata Ipda Safri Kanitreskrim Polsek Sabbang.

Dijelaskan korban, pada hari Rabu(18/12) pada saat makan malam nenek korban menyiapkan makan malam kepada cucunya(korban), namun korban marah-marah dan memukul-mukul pintu kamar mandi pada saat neneknya sedang mandi.

“Sekitar pukul 22.00 Wita korban sempat keluar rumah, Namun sang nenek takut untuk bertanya, tak selang lama kemudian korban masuk kembali kedalam kamar sampai pada Hari Kamis(19/12) sekitar pukul 14.00 Wita, sang nenek pun curiga dan mencari tau dengan mengintip ke jendela korban
dan kaget melihat cucunya sudah tergantung lalu sang nenek memanggil tetangga.” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas tim Inafis Polres Lutra dan tim medis yang dipimpin dokter Fadiyah Fataniyah menyimpulkan diperkirakan korban Hiran meninggal dunia karena jerat tali dilehernya(gantung diri) dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hasil kesepakatan keluarga korban menerima kejadian tersebut dan tidak melakukan otopsi, sehingga di sarankan agar membuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sabbang Ipda Safri.

Diketahui Korban merupakan salah seorang anak dari mantan DPRD Tator Dua Periods.(Yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi