BLORA, INFODESANEWS – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menggelar serangkaian kegiatan meliputi bakti sosial, pengobatan massal, lomba-lomba, upacara, dan puncaknya berupa jalan sehat.
Kepala Dinkes Kabupaten Blora, Edi Widayat mengatakan, menyoroti peningkatan kasus stres, depresi, dan perilaku menyimpang di kalangan remaja menegaskan komitmen Dinkes untuk menangani masalah kesehatan jiwa masyarakat.
“Secara bidang kesehatan, kamilah yang menangani. Kalau ada tekanan mental yang butuh perawatan psikologis maupun kejiwaan, kami tangani,” ujarnya kepada wartawan usai upacara, Rabu (12/11/2025).

Sebagai bentuk kesiapan layanan, Dinkes telah menyiapkan bangsal jiwa di dua rumah sakit, yakni RSUD Blora dan RSUD Cepu, untuk menjaga privasi pasien. Untuk kasus yang lebih ringan dan sebagai upaya pencegahan, masyarakat didorong untuk memanfaatkan layanan konseling yang tersedia di Puskesmas.
“Kami harap masyarakat memanfaatkan layanan konseling kesehatan jiwa, konseling gizi, konseling anak, dan konseling menyusui di Puskesmas. Itu adalah upaya preventif agar masyarakat tidak jatuh sakit,” jelas Edi.
Lanjutnya Ia mencontohkan, konseling gizi dapat membantu orang tua dalam menyusun menu dengan kalori, protein, dan karbohidrat yang tepat untuk mendukung pertumbuhan anak. Pemetaan jaringan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti anak dengan gizi kurang, juga telah dilakukan untuk memudahkan penanganan.
Selain itu, Edi Widayat menyebutkan bahwa penanganan isu kesehatan remaja bersifat lintas sektoral. Dinkes Blora aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial (termasuk Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak) untuk kasus-kasus sosial, dan dengan Satuan Narkoba Polres Blora untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
“Kami mengajak Sat Narkoba untuk mengedukasi pengelola toko obat dan apotek mengenai obat-obatan yang boleh dan tidak boleh dijual. Kerja sama ini kami lakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, inti dari seluruh upaya ini, menurut Edi, adalah edukasi kepada masyarakat untuk mengedepankan pendekatan preventif melalui konsultasi dan konseling, sehingga dapat mencegah masyarakat dari jatuh sakit.**Red