BLORA, INFODESANEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menyelenggarakan audiensi untuk membahas kerja sama antara PT. Agro Nusantara Tani Milenial (PT. ANTaM) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Acara yang berlangsung di Pendopo DPRD setempat pada Rabu (27/8/2025) itu dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai pihak terkait.
Audiensi tersebut membahas implementasi program Gerakan Menanam Anti Rugi (GeMAR) yang diinisiasi PT. ANTaM bersama Kementerian Desa. Program ini bertujuan untuk mendorong sektor pertanian desa berbasis kemitraan. Sejak hadir di Blora, PT. ANTaM tercatat telah bermitra dengan 107 petani, mencakup lahan seluas 154 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan. Pertemuan ini menjadi penting menyusul munculnya perbedaan pandangan dari berbagai kalangan, termasuk kehadiran Aliansi Peduli BUMDes Blora. Perwakilan Aliansi, Bapak Handoko, yang bertindak sebagai pemohon audiensi, mempertanyakan latar belakang, legalitas, serta bentuk konkret kerja sama PT. ANTaM dengan BUMDes.
Aktivis Front Blora Selatan (FBS), Exy Wijaya, menekankan bahwa tujuan audiensi adalah untuk memahami visi, misi, input-output, dan tujuan PT. ANTaM, bukan sekadar memperdebatkan angka. Di sisi lain, dukungan terhadap kehadiran PT. ANTaM disampaikan oleh Mulgiyanto, Ketua LSM Rejo Semut Ireng Blora.
“Kami berterima kasih dengan hadirnya PT. ANTaM di Blora karena sangat membantu petani, ditengah sulitnya kami mendapatkan pupuk,” ujarnya.
Kekhawatiran justru datang dari perwakilan pemerintah desa. Kepala Desa Kapuan, mewakili Praja Kecamatan Cepu, menyatakan bahwa program ini bagus, namun pihaknya masih ragu terkait aspek regulasi, pertanggungjawaban, dan payung hukum.
“Jangan nanti belakangan kami sebagai kepala desa terkena masalah hukum,” tuturnya.
Menutup audiensi, Ketua Komisi A DPRD Blora, H. Supardi, menegaskan bahwa kerja sama dengan PT. ANTaM tidak bersifat memaksa.
“Silakan bagi petani yang sudah bekerja sama untuk melanjutkan. Untuk BUMDes, kalau bisa jangan bekerja sama dulu karena belum jelas regulasinya. Nanti kita bahas dulu dengan pihak terkait,” tegasnya.
Pernyataan senada disampaikan oleh ketua praja kabupaten Blora, Agung Heri Susanto, yang berharap program yang baik dengan niat baik dapat memberikan hasil yang baik. Sementara itu, Hadi Kusmanto (Mondol), Ketua Kelompok Tani Wono Mitra Sejahtera Mendenrejo, membagikan pengalaman positifnya.
“Baru kali ini dengan PT. ANTaM, kami kelompok tani benar-benar merasa terbantu,” katanya.
Menanggapi pertanyaan mengenai Aliansi Peduli BUMDes, Handoko menyatakan bahwa pembentukan aliansi bersifat urgensi dan terdiri dari beberapa organisasi yang sepakat menyampaikan materinya dalam audiensi tersebut. Audiensi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperjelas peran dan posisi masing-masing pihak, sehingga program pertanian di Blora dapat berjalan harmonis dan berpihak pada kesejahteraan petani.*Red