LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Di bawah naungan pohon Merbau terbesar di Lampung—yang akarnya menembus tanah, batangnya menantang waktu, dan daunnya setia menyuplai oksigen—Tari Beksan Wanara dibedah bukan sekadar sebagai pertunjukan seni, melainkan sebagai refleksi akhir tahun tentang hubungan manusia, alam, dan tanggung jawab moral yang kian mendesak.
Beksan Wanara, dengan karakter kera yang lincah, berani, dan setia, merepresentasikan kekuatan rakyat dan kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan kehidupan.
Gerakannya yang dinamis menggambarkan perjuangan, kebersamaan, serta naluri menjaga ruang hidup—sebuah pesan yang terasa relevan ketika disandingkan dengan keberadaan pohon Merbau sebagai penjaga sumber air dan oksigen bagi lingkungan sekitarnya.
Tema “Pohonku, Sumber Air dan Oksigenku” menegaskan bahwa pohon bukan sekadar simbol, melainkan nadi kehidupan.
Di tempat inilah seni berbicara lantang: bahwa kerusakan alam bukan isu masa depan, melainkan persoalan hari ini yang dampaknya dihirup dan dirasakan bersama, setiap tarikan napas.
Anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Gerindra, Dwi Riyanto, dalam bedah tari ini menekankan pentingnya kesadaran ekologis yang dimulai dari ruang-ruang budaya.
Menurutnya, seni tradisi memiliki kekuatan untuk menyentuh nurani publik sekaligus menjadi medium edukasi yang halus namun mengakar.
“Ketika kita menarik napas di bawah pohon ini, kita diingatkan bahwa keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung pada kelestarian alam,” ujar anggota Dewan yang berjuluk konco Yasin itu pada infodesanews.com, Selasa (30/12/2025)
Refleksi akhir tahun melalui Beksan Wanara di bawah pohon Merbau menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk bakti lintas generasi. Seni, alam, dan kebijakan publik harus berjalan seiring—agar sumber air tetap mengalir, oksigen terus dihirup, dan nilai-nilai kearifan lokal tidak tercerabut oleh zaman.
Di penghujung tahun, pesan itu kian jelas: melestarikan alam bukan pilihan, melainkan kewajiban, sebagaimana seni yang terus hidup karena dijaga dan diwariskan. (red)