Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (3 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (6 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (8 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (10 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (10 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (10 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (10 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 30 Desember 2025, 20:47 WIB 1,310 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dwi Riyanto, Pohonku, Oksigenku: Beksan Wanara Jadi Suara Alam di Penghujung Tahun

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dwi Riyanto, Pohonku, Oksigenku: Beksan Wanara Jadi Suara Alam di Penghujung Tahun
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Di bawah naungan pohon Merbau terbesar di Lampung—yang akarnya menembus tanah, batangnya menantang waktu, dan daunnya setia menyuplai oksigen—Tari Beksan Wanara dibedah bukan sekadar sebagai pertunjukan seni, melainkan sebagai refleksi akhir tahun tentang hubungan manusia, alam, dan tanggung jawab moral yang kian mendesak.

Beksan Wanara, dengan karakter kera yang lincah, berani, dan setia, merepresentasikan kekuatan rakyat dan kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan kehidupan.

Gerakannya yang dinamis menggambarkan perjuangan, kebersamaan, serta naluri menjaga ruang hidup—sebuah pesan yang terasa relevan ketika disandingkan dengan keberadaan pohon Merbau sebagai penjaga sumber air dan oksigen bagi lingkungan sekitarnya.

Tema “Pohonku, Sumber Air dan Oksigenku” menegaskan bahwa pohon bukan sekadar simbol, melainkan nadi kehidupan.

Di tempat inilah seni berbicara lantang: bahwa kerusakan alam bukan isu masa depan, melainkan persoalan hari ini yang dampaknya dihirup dan dirasakan bersama, setiap tarikan napas.

Anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Gerindra, Dwi Riyanto, dalam bedah tari ini menekankan pentingnya kesadaran ekologis yang dimulai dari ruang-ruang budaya.

Menurutnya, seni tradisi memiliki kekuatan untuk menyentuh nurani publik sekaligus menjadi medium edukasi yang halus namun mengakar.

“Ketika kita menarik napas di bawah pohon ini, kita diingatkan bahwa keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung pada kelestarian alam,” ujar anggota Dewan yang berjuluk konco Yasin itu pada infodesanews.com, Selasa (30/12/2025)

Refleksi akhir tahun melalui Beksan Wanara di bawah pohon Merbau menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk bakti lintas generasi. Seni, alam, dan kebijakan publik harus berjalan seiring—agar sumber air tetap mengalir, oksigen terus dihirup, dan nilai-nilai kearifan lokal tidak tercerabut oleh zaman.

Di penghujung tahun, pesan itu kian jelas: melestarikan alam bukan pilihan, melainkan kewajiban, sebagaimana seni yang terus hidup karena dijaga dan diwariskan. (red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi