Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 06 Februari 2018, 05:43 WIB 1,671 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ganjar Pranowo; Pelajar Ganerasi Harapan Bangsa Harus Memiliki Benteng Berita Hoax

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ganjar Pranowo; Pelajar Ganerasi Harapan Bangsa Harus Memiliki Benteng Berita Hoax
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Para pelajar adalah generasi harapan bangsa, terlebih Indonesia akan memasuki bonus demografi mana penduduk usia produktif sangat besar. Sehingga, jika tidak dikelola dengan baik, maka bonus demografi itu tidak bermanfaat.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat menjadi pembina upacara bendera di SMAN 9 Semarang, Senin (5/2). Upacara bersama gubernur tersebut, sekaligus dalam rangka Peringatan HUT ke-37 SMAN 9 Semarang, dengan tema “Berbenah untuk Sekolah, Bersinergi Wujudkan Visi, Berpacu Tingkatkan Mutu”.

Gubernur mengatakan, saat ini Indonesia telah memasuki bonus demografi, yakni fenomena ketika Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk usia produktif secara signifikan, termasuk para pelajar yang kini tengah duduk di bangku SMA atau sederajat.

“Bonus demografi jika tidak dikelola dengan baik, benteng para pelajar sebagai generasi penerus bangsa tidak kuat, maka akan mudah dipengaruhi hal-hal negatif dan ora cetha,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ganjar mengapresiasi SMAN 9 Semarang yang telah memantapkan diri sebagai sekolah yang mampu membentuk karakter anak-anak bangsa, mengasah intelektual yang mampu menghadapi era globalisasi. Mereka juga memiliki benteng emosional dan spiritualitas yang bagus sehingga bisa membedakan mana baik dan buruk, hoax atau berita bohong atau bukan.

“Selain itu menjadi anak muda yang tidak suka menghina atau mem-bully temannya, tetangga kanan-kiri, menjadi anak yang selalu sayang pada orang tua, menghormati guru serta cinta pada bangsa dan negara,” imbuh mantan anggota DPR RI ini.

Gubernur menganalogkan itu semua sebagai bayi yang “diimunisasi”, dengan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Sehingga seperti “Superman” atau “Superwoman” yang “ditembak” apapun tidak mempan. Artinya, generasi muda yang dibekali kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang baik, maka deradikalisme, pornografi, minuman keras, maupun narkoba semuanya menthal.

“Anak muda harus punya semangat untuk maju, belajar dengan baik, serta jangan takut untuk ikut berbagai lomba di berbagai bidang. Baik kesenian, agama, olahraga, sains, menulis, dan lainnya,” ungkapnya.

Demikian pula para guru di sekolah, Ganjar berharap agar mereka mampu menciptakan suasana kegiatan belajar yang menarik, kreatif, ramah, dan menyenangkan. Sehingga para murid rindu berangkat ke sekolah untuk belajar dan mendapat pelajaran dari guru.

“Jangan sampai terjadi peristiwa seperti di berita akhir ini. Seorang siswa SMK tega membunuh gurunya sendiri, adapula dua siswa menjadi pelaku pembunuhan dan perampokan mobil dengan alasan untuk membayar SPP, padahal SPP di sekolahnya gratis. Kalian semua semoga menjadi anak hebat, rajin belajar untuk mencapai cita-cita,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Jawa Tengah itu berdialog dengan siswa dan guru. Dia mendengarkan pengalaman siswa menempuh pendidikan di SMA yang berlokasi di Banyumanik itu, termasuk mengenai cita-cita dan harapan siswa. Selain itu juga bertukar kenang-kenangan. Pihak sekolah memberikan lukisan karya siswa, sedangkan gubernur membagikan novel yang menceritakan tentang biografi Gubernur Ganjar Pranowo saat anak-anak hingga dewasa.(Mn Humas Jateng/Ar)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi