Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (21 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (23 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESANEWS TV 07 Januari 2026, 04:34 WIB 515 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

GURU QAIDUN VS GURU MUJAHIDUN

Penulis: Kabiro Surakarta
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

GURU QAIDUN VS GURU MUJAHIDUN
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

BOYOLALI – INFODESANEWS | Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nisā’ ayat 95: “Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berjuang) tanpa uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya… Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.”

Ayat ini bukan hanya berbicara tentang medan perang, tetapi tentang mentalitas perjuangan. Dalam dunia pendidikan, ayat ini relevan untuk *menggambarkan dua tipe guru*: Guru Qā‘idun dan Guru Mujāhidun.

1. Guru Qā‘idun: Guru yang Sekadar Hadir
Guru Qā‘idun adalah guru yang duduk, hadir secara fisik namun minim perjuangan. Ia mengajar sebatas kewajiban, bekerja sebatas jam, dan berjuang sebatas formalitas.

Ciri-cirinya:
1. Mengajar rutinitas, bukan misi
2. Datang tepat waktu, pulang tanpa jejak makna
3. Kurang inisiatif, minim inovasi
4. Menganggap tugas sebagai beban, bukan amanah
5. Menunggu perintah, enggan bergerak lebih

Allah tetap menjanjikan kebaikan bagi mereka, selama tidak ada uzur, namun derajatnya tidak disamakan dengan mereka yang berjihad.

2. Guru Mujāhidun: Guru Pejuang Peradaban
Guru Mujāhidun adalah guru yang menjadikan profesinya sebagai ladang jihad. Ia berjuang dengan ilmu, waktu, tenaga, pikiran, bahkan perasaan.

Ciri-cirinya:
1. Mengajar dengan hati dan visi
2. Mau berkorban waktu demi murid
3. Terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi
4. Mendidik karakter, bukan sekadar menyampaikan materi. Banyak Orang berilmu Tingggi, namun Minus Adab. Kalau Hanya Ilmu Iblis Juga Berilmu! Pembedanya di Adab
5. Siap lelah hari ini demi masa depan generasi

 

Inilah guru yang berjihad dengan harta dan jiwa, sebagaimana disebutkan dalam ayat. Allah mengangkat derajatnya, memberi pahala yang besar, dan menjadikannya agen perubahan peradaban.

3. Pendidikan adalah Medan Jihad Zaman Ini
Jika dahulu jihad dilakukan dengan pedang, maka hari ini jihad dilakukan dengan: Kesabaran menghadapi murid, Keikhlasan mendidik karakter, Keteladanan akhlak, Pengorbanan waktu dan tenaga, Komitmen membangun generasi beriman dan berilmu. Sekolah bukan sekadar tempat kerja, tetapi medan amal shalih.

4. Pilihan Ada di Tangan Kita
Allah menegaskan: “Kepada masing-masing Allah menjanjikan surga, tetapi Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan pahala yang besar.”

Artinya:
Semua guru punya peluang kebaikan, Namun tidak semua guru memilih jalan keutamaan. Maka pertanyaannya bukan:
“Apakah saya guru?” Tetapi: “Saya guru Qā‘idun atau Guru Mujāhidun?”

Jadilah Guru Mujāhidun:
Guru yang tidak hanya mengajar, tetapi menghidupkan. Tidak hanya bekerja, tetapi berjuang. Tidak hanya mendidik hari ini, tetapi menyelamatkan masa depan. Karena di tangan guru pejuanglah, peradaban gemilang dilahirkan. (*)

Oleh : Pujiono (Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘ulum Sambi Boyolali) Banyudono, 5 Januari 2025

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESANEWS TV #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi