Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (19 menit yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (14 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (21 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu)
INFODESA 06 April 2026, 19:38 WIB 2,463 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Hendry Kurniawan Dorong Petani Beradaptasi Dengan Perkembangan Teknologi Digital

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hendry Kurniawan Dorong Petani Beradaptasi Dengan Perkembangan Teknologi Digital
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Upaya mendorong petani beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Salah satunya melalui keterlibatan langsung Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, yang menjadi narasumber utama dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengarusutamaan Teknologi Digital di Sektor Pertanian, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung tersebut digelar di D’Sas Kafe & Resto, Kalianda, dan menjadi ruang diskusi strategis lintas sektor untuk mendorong transformasi pertanian berbasis digital yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Hendry menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian, terutama dalam memutus hambatan rantai nilai yang selama ini membatasi kesejahteraan petani.

“Peran strategis Diskominfo tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga dalam penguatan literasi digital serta penyedia platform yang mendukung produktivitas petani secara langsung,” ujar Hendry.

Ia menjelaskan, Diskominfo memiliki fungsi penting dalam menyediakan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mengelola sistem informasi, hingga memperluas diseminasi informasi publik yang mudah diakses petani dan pelaku usaha tani.

Lebih jauh, Hendry memaparkan berbagai contoh konkret pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian. Dalam tahap budidaya, misalnya, petani kini dapat memanfaatkan aplikasi seperti Plantix untuk memantau kondisi tanaman hanya melalui foto daun.

Aplikasi tersebut mampu memberikan diagnosis penyakit tanaman, informasi cuaca, hingga rekomendasi kebutuhan pupuk dan estimasi biaya produksi.

Tak hanya itu, teknologi digital juga membuka akses pasar yang lebih luas. Melalui platform marketplace pertanian seperti PakTaniDigital, petani dapat menjual hasil panen, membeli sarana produksi, sekaligus memantau harga pasar secara real time tanpa harus bergantung pada rantai distribusi konvensional.

Sementara itu, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian dinilai mampu menjadi game changer. Dengan sistem sensor dan monitoring berbasis digital, kondisi tanaman dapat dipantau secara langsung, bahkan memungkinkan perawatan jarak jauh yang lebih efisien dan presisi.

FGD tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, koperasi, petani, hingga pelaku UMKM. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa digitalisasi pertanian tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan di lapangan.

Mengakhiri paparannya, Hendry mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merumuskan langkah konkret dalam mendorong digitalisasi pertanian yang berdampak langsung bagi petani.

“Mari kita rumuskan bersama fokus digitalisasi pertanian yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku di lapangan,” kata Hendry Kurniawan. (Rilis – kmf)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi