LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS –Intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (6/3/2026) memicu banjir di sejumlah desa. Sedikitnya tujuh desa dilaporkan terdampak, dengan kondisi cukup parah terjadi di Desa Karanganyar, khususnya di Perumahan Permata Asri dan Dusun Kalangmas.
Sedikitnya tujuh desa terdampak, dengan kondisi cukup parah terjadi di Desa Karanganyar, khususnya di Perumahan Permata Asri dan Dusun Kalangmas.
Air dengan arus deras tiba-tiba masuk ke permukiman warga dan merendam rumah-rumah. Banyak warga terpaksa menyelamatkan barang-barang mereka karena peralatan rumah tangga rusak bahkan terbawa arus banjir.
Ketinggian air bahkan sempat mencapai dada orang dewasa. Meski sekitar satu jam kemudian air mulai surut, genangan masih tersisa hingga setinggi lutut warga.
“Airnya deras sekali. Tingginya sampai dada orang dewasa. Sekitar satu jam kemudian memang surut, tapi masih setinggi lutut,” ungkap anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PDI-Perjuangan Rosdiana.
Banjir akibat hujan hari ini tidak hanya terjadi di satu wilayah. Dari total 21 desa di Kecamatan Jati Agung, sedikitnya tujuh desa dilaporkan terdampak, yakni Desa Way Huwi, Jatimulyo, Karanganyar, Fajar Baru, Karangsari, Marga Agung, dan Sinar Rezeki.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena ribuan warga harus kembali menghadapi banjir yang berulang setiap musim hujan.
Sorotan juga tertuju pada infrastruktur gorong-gorong di kawasan Perumahan Permata Asri dan Dusun Kalangmas yang disebut sudah beberapa kali diusulkan untuk diperbaiki atau dibangun, namun hingga kini belum juga terealisasi.
“Gorong-gorong di sana sudah beberapa kali diusulkan, tapi belum juga direalisasikan. Harapannya pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa segera melihat kondisi ini,” kata wakil rakyat yang duduk di komisi I DPRD Lampung Selatan ini.
Ia berharap pada tahun ini pemerintah daerah dapat memprioritaskan penanganan drainase dan gorong-gorong agar banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
“Ini sangat miris. Apalagi sekarang musim hujan, banjir terjadi di mana-mana. Kami berharap ada perhatian serius agar masyarakat bisa hidup lebih tenang tanpa dihantui banjir setiap hujan turun,” ujarnya. (red)