Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
KHAZANAH 24 April 2025, 21:13 WIB 1,003 PDF

Indonesia Dalam Perenungan

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Indonesia Dalam Perenungan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO – INFODESANEWS | Keterlambatan Indonesia menjadi Maju salah satunya karena termakan Teori. “Segudang Teori tapi Praktek Bluck“.

Kenapa seorang Profesor, Dr, Ir, IP, Sudiarsa Boy Arsa, LLB, ST, MT, M.Arch, AIA, Ph.D Guru Besar & Senior Partner Universal Institute of Profesional Management California yang memiliki segudang Teori betah tinggal bersama saya yang tidak intelek ini?

Setidaknya bersama saya telah mempraktek’kan seabrek Teori’nya. Seorang Prof boy Arsa yang terbiasa makan minum dan tidur dihotel bintang lima, bersama saya cukup makan minum di warung pinggir jalan dan tidur di Kos-kosan kumuh. “Tanpa mengada ada seApa adanya. Strata dimanapun tempat yang bukan hanya satu tempat”

“BHINEKA TUNGGAL IKA”

Bhineka Tunggal Ika yang memiliki ruang luas tanpa sekat dimasuk’an dalam ruang yang sempit karena Teori. Negara Digdaya yang tak berdaya karena Teori.

Presiden Prabowo Subianto bilang Omon-Omon.

Lihatlah praktek Jokowi tanpa teori yang belakangan ini marak dituntut Teori’nya dengan menebar isyu ijasah Palsu? Aneh !!!

Ilmu yang menjadikan ilmu lupa aku yang kemudian dengan menebar isyu Indonesia Gelap. Padahal justru Teori itulah yang menjadikan Indonesia Gelap !!

Indonesia perlu dilakukan Revolusi Aklhak dari moral yang sudah tak beraklhak karena Teori (Korban Buku).

Orang Indonesia paling pintar menjadi penyambung lidah si-penulis buku.
Hanya menyambung lidah yang seolah sudah dipraktekan.

Biar dikatakan Hebat, Bila Perlu untuk menyambung lidah menggunakan Horn.
Bangsa yang tak paham Bahwa Tuhan menyaksikan.

Orang yang selalu tidak pernah dianggap memiliki kwalitas secara Teori padahal tersebut yang paling berkwalitas secara praktek.

Orang yang dalam perjalananan hidup teraniaya oleh sebab kebenarannya…tapi dan selalu ada jalan meski itu sangat melelahkan…

Jiwa-jiwa Materialistis yang merusak moral bangsa itulah yang perlu terus di’Lawan.

Tidakkah sadar bahwa persahabatan itu jauh lebih berarti dari Nilai Rupiah?
Bagaimana menjadi Bangsa yang Besar Jika Rupiah dijadikan alat mengkotak kotak strata sosial yang menjadi Bangsa Sial.

Memang ada kekurangan ada kelebihan… sedemikian’lah Tuhan Mensekenariokan hidup dalam kehidupan yang berusaha diKlaim Oknum dengan mengkotak strata menggunakan alat yang bernama DUIT.

Gibranholic akan menurunkan banyak Profesor ke masyarakat, bukan debat sosial media. Gibranholic adlh agen perubahan.

Jokowi melakukan adab dalam berpolitik
Gibranholic melandaskan intelektual dalam berpolitik. Kerja Kerja dan Kerja. Kerja Holic. Diam tapi Gerak. Diam dan Nyata.

Anti isyu liar yang berseliweran di sosial media yang hanya berdebat teori tanpa ada kerja nyata (kurang kerjaan).
Politik sosial media adalah politik halusinasi alias badut politik.

By. Tommy Munying (Penggerak GIBERANHOLIC Nusantara)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi