BOYOLALI – INFODESANEWS |Bangkitkan semangat mencintai lingkungan Bens Manajemen berkerjasama dengan SD Susiloharjo Boyolalai menggelar workshop dengan mengambil tema Wayang Keong di Aula Gedung SDN Susiloharjo Jl. Pisang No 2 Siswodiouran Boyolali, Rabu (11/02/2026).
Workshop tersebut menghadirkan seniman Jantit Sanakala dengan mengenalkan anak-anak sekolah kepada hewan-hewan penjaga ekosistim alam. Acara itu sendiri diikuti oleh sekitar 62 siswa dari kelas 1-5.
Kegiatan workshop diisi dengan mewarnai topeng wayang keong menggunakan cat air. Juga dongeng fabel dengan tema wayang keong beserta hewan-hewan lain. Terutama hewan-hewan yang selama ini menjadi simbol dari ekosistim lingkungan persawahan.
“Kegiatan ini terinspirasi dari realita bahwa sawah merupakan pondasi atau pilar kuat bagi ketahanan pangan di Nusantara. Namun banyak orang lupa tentang pentingnya ekosistem sawah itu sendiri. Termasuk binatang keong yang punya peran penting dalam ekositem sawah,” ujar Popy Endah selaku Manager dari Bens Manajemen.

Menurut Popy, anak-anak sekolah dasar merupakan pilar penerus bangsa. Sehingga jika sedini mungkin bisa dikenalkan tentang pentingnya ekosistem lingkungan, maka karakternya bisa terbangun untuk terus konsisten peduli dengan lingkungannya masing-masing.
Mereka diharapkan untuk bisa terus mencintai lingkungan, terutama alam semesta seisinya. Termasuk binatang-bitanag dan segala ekosistem persawahan. Dengan menanamkan karakter seperti itu, tentu saja isi dunia terutama lingkungan alam akan menjadi lebih baik.
“Kita berharap bisa menghidupkan budaya. Atau minimal mengenalkan budaya kepada anak-anak, terutama budaya tradisional dari karakter atau sosok-sosok wayang yang sangat terbuka untuk terus berkembang sesuai dengan jaman,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Susiloharjo, yaitu Ibu Sugiyanti , S.Pd. sangat mengapresiasi kegiatan workshop tersebut. Ia berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan itu, bisa terinspirasi untuk terus melestarikan budaya Jawa.
“Sehingga budaya Jawa tidak putus dan tetap lestari dari generasi ke generasi berikutnya,” terang Ibu Sugiyanti.
Bahkan dengan pengalaman berkegiatan itu, anak-anak nantinya juga mempunyai bekal untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah. Misalnya lomba tentang mendongeng, atau bercerita tentang dunia binatang. Serta kegiatan lain yang berhubungan dengan binatang. (*/Cindy/Redslo)