Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 23 Agustus 2026, 10:23 WIB 2,694 PDF

Jalan Rusak dan Banjir Jadi Keluhan, Dwi Riyanto Tinjau Akses Pertanian di Tanjung Bintang

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jalan Rusak dan Banjir Jadi Keluhan, Dwi Riyanto Tinjau Akses Pertanian di Tanjung Bintang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN INFODESANEWS — Menutup rangkaian masa Reses II Tahun 2026, anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Gerindra, Dwi Riyanto, memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan aspirasi masyarakat yang disampaikan selama masa reses benar-benar terlihat kondisi dan kebutuhannya.

Setelah sebelumnya menggelar berbagai pertemuan dengan masyarakat di daerah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Merbau Mataram, Tanjung Bintang dan Tanjung Sari, Dwi Riyanto melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik yang menjadi lokus usulan warga, Minggu (23/8/2026).

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalan pertanian menuju Kali Cabang, Desa Jatibaru, Kecamatan Tanjung Bintang. Jalan tersebut kondisinya disebut sudah rusak parah dan belum tersentuh pembangunan secara memadai.

Didampingi aparatur Desa Jatibaru, Dwi Riyanto meninjau langsung akses yang selama ini menjadi jalur penting bagi para petani dari Desa Jatibaru, Jati Indah dan Srikaton.
Persoalan tidak hanya pada kondisi jalan. Di titik Sungai Kali Cabang, warga juga menghadapi ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba.

Kondisi tersebut membuat akses semakin sulit dilalui, terutama kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hasil pertanian.
“Ini bukan sekadar persoalan jalan rusak. Ini menyangkut akses ekonomi masyarakat. Kalau akses hasil pertanian terganggu, tentu berdampak langsung terhadap petani,” ujar Dwi Riyanto saat meninjau lokasi.

Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam masa reses harus dilihat secara langsung agar kebutuhan pembangunan yang diusulkan memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi di lapangan.

Salah seorang warga, Mustofa Satibi, mengatakan perbaikan jalan dan pembangunan jembatan di Sungai Kali Cabang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Jalan ini akses utama untuk mengangkut hasil pertanian. Kami berharap bisa dilakukan pengaspalan dan dibangun jembatan, karena kalau musim hujan sering banjir dan sulit dilewati,” ungkapnya.

Mustofa menjelaskan, akses tersebut digunakan petani untuk mengangkut berbagai hasil pertanian, mulai dari padi, jagung hingga singkong.

Selain itu, aktivitas pengangkutan hasil perkebunan seperti karet dan sawit juga berlangsung rutin setiap pekan melalui jalan tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa jalan pertanian tersebut bukan sekadar jalan lingkungan, melainkan menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat tiga desa.

Dwi Riyanto menegaskan, hasil kunjungan lapangan tersebut akan menjadi bagian dari bahan yang akan diperjuangkan melalui fungsi dan kewenangannya sebagai anggota DPRD Lampung Selatan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat kebutuhan infrastruktur pertanian secara lebih serius, terutama akses yang memiliki fungsi langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Aspirasi sudah disampaikan warga, sekarang kita lihat kondisinya. Tentu kita akan perjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah. Yang paling penting, kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan,” tegasnya.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Reses II Tahun 2026 Dwi Riyanto. Dari ruang pertemuan hingga turun langsung ke jalan pertanian, reses kali ini menegaskan pentingnya memastikan setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi