Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (7 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (10 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (11 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (11 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (11 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (12 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 17 Juli 2025, 17:11 WIB 2,732 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kades Kalisari Minta Penjualan Pupuk Bersubsidi Sesuai HET

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kades Kalisari Minta Penjualan Pupuk Bersubsidi Sesuai HET
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Kepala Desa (Kades) Kalisari, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Supriyono, mengharapkan penjualan pupuk bersubsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini disampaikannya setelah menerima laporan warga tentang adanya penjualan pupuk di atas HET yang memberatkan petani.

“Kami berharap pengecer di wilayah kami tidak bermain-main dengan harga pupuk. Kasihan petani. Informasi yang saya terima, harganya mencapai Rp170.000 per sak di satu pengecer, sedangkan di tempat lain Rp120.000 per sak,” ujar Supriyono, Kamis (17/7/2025).

Pihaknya telah mengadakan musyawarah bersama petani, warga, dan pengecer di Balai Desa setempat untuk mencari solusi.

“Kita lakukan mediasi agar ada titik terang. Alhamdulillah, hasil pertemuan menyepakati harga pupuk menjadi Rp125.000 per sak,” jelasnya.

Supriyono juga menepis isu bahwa dirinya terlibat dalam penjualan pupuk atau mengambil keuntungan.

“Ada kabar tidak benar bahwa saya ikut campur atau mendapat uang dari penjualan pupuk. Itu hoaks. Karena itu, kita langsung adakan pertemuan untuk klarifikasi,” tegasnya.

Ia memperingatkan pengecer agar tidak melanggar aturan HET. Jangan jual pupuk di atas HET karena merugikan petani. Jika masih terjadi, kita akan laporkan.

Sebagai informasi, mulai 1 Januari 2025, pemerintah menetapkan harga baru pupuk bersubsidi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024. HET terbaru meliputi urea Rp2.250/kg, NPK Rp2.300/kg, NPK kakao Rp3.300/kg, dan pupuk organik Rp800/kg.

Dengan kebijakan ini, diharapkan petani dapat mengakses pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau untuk mendukung produktivitas pertanian.**Red

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi