Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (6 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (9 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (10 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (10 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (11 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (11 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 09 Desember 2025, 13:46 WIB 783 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kelalaian Masih Dominan, Damkar Lamsel Turun ke Sekolah Beri Edukasi Kebakaran

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kelalaian Masih Dominan, Damkar Lamsel Turun ke Sekolah Beri Edukasi Kebakaran
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Lonjakan kasus kebakaran akibat kelalaian manusia mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan turun langsung ke sekolah. SMK Al-Huda Jatiagung, Senin (8/12/2025).

Kegiatan yang digelar di lapangan futsal sekolah setempat itu diikuti sebanyak 644 siswa dan siswi, serta para dewan guru. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran sejak dini terhadap bahaya kebakaran dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Selain Kepala Dinas, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelamatan Damkar Lampung Selatan Hendry Hatta, beserta anggota Posko Damkar Jatimulyo.

Dalam penyampaiannya, Kepala Dinas Damkar, Sefri Masdian menegaskan bahwa edukasi merupakan langkah utama untuk menekan angka kejadian kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh kelalaian manusia.

“Salah satu cara paling efektif mencegah kebakaran adalah melalui edukasi, baik kepada pelajar maupun masyarakat umum. Kita perlu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar potensi kebakaran bisa dihindari,” ujar mantan Kadis Kominfo Lampung Selatan ini.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Damkar Lampung Selatan, selama periode Januari hingga Desember 2025 tercatat 87 peristiwa kebakaran, dan seluruhnya disebabkan oleh faktor kelalaian manusia.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak SMK Al-Huda yang telah mengundang kami untuk berbagi pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan kebakaran. Harapannya, melalui edukasi seperti ini, angka kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin,” tambahnya.

Menurut Sefri, antusiasme peserta menjadi bukti tingginya kepedulian terhadap materi yang disampaikan.

“Baik siswa maupun para guru terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Tak hanya menyampaikan teori, Sefri juga menjelaskan bahwa pihaknya memberikan edukasi secara langsung melalui praktik lapangan.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik. Mulai dari cara menangani kebakaran akibat kompor gas, kebocoran tabung gas, hingga teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan benar,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran dapat muncul dari hal-hal sepele yang kerap diabaikan.

“Kita tidak pernah tahu kapan musibah terjadi. Selain korsleting listrik yang menjadi penyebab utama, kebakaran juga sering dipicu oleh pembakaran obat nyamuk, pembakaran sampah, dan aktivitas lain yang dianggap sepele,” kata Sefri.

Pada kesempatan tersebut, Sefri juga memaparkan tugas Dinas Pemadam Kebakaran dalam operasi darurat non-kebakaran sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2018.

Meskipun dalam regulasi tersebut hanya mencantumkan enam jenis operasi darurat non-kebakaran—di antaranya evakuasi sarang tawon, penanganan pohon tumbang, kecelakaan lalu lintas, percobaan bunuh diri, evakuasi korban terjatuh ke sumur, serta korban hanyut—namun pihak Damkar tidak membatasi bentuk bantuan kepada masyarakat.

“Kami tidak memilah jenis pertolongan yang diberikan. Tidak harus persis seperti yang tertulis dalam Permendagri. Selama masyarakat membutuhkan bantuan dan kami mampu, maka kami akan hadir dan melaksanakan,” tegas Sefri.

Sementara itu, Kepala SMK Al-Huda Jatiagung, Dwinanto, ST, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pemahaman siswa terkait penanggulangan kebakaran serta berbagai tugas kemanusiaan yang dijalankan oleh Dinas Damkar.

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya edukasi ini, kami berharap para siswa dapat lebih peduli, sigap, dan mampu merespons apabila terjadi bencana kebakaran atau keadaan darurat di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi