LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Lonjakan kasus kebakaran akibat kelalaian manusia mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan turun langsung ke sekolah. SMK Al-Huda Jatiagung, Senin (8/12/2025).
Kegiatan yang digelar di lapangan futsal sekolah setempat itu diikuti sebanyak 644 siswa dan siswi, serta para dewan guru. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran sejak dini terhadap bahaya kebakaran dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Selain Kepala Dinas, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelamatan Damkar Lampung Selatan Hendry Hatta, beserta anggota Posko Damkar Jatimulyo.
Dalam penyampaiannya, Kepala Dinas Damkar, Sefri Masdian menegaskan bahwa edukasi merupakan langkah utama untuk menekan angka kejadian kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh kelalaian manusia.
“Salah satu cara paling efektif mencegah kebakaran adalah melalui edukasi, baik kepada pelajar maupun masyarakat umum. Kita perlu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar potensi kebakaran bisa dihindari,” ujar mantan Kadis Kominfo Lampung Selatan ini.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Damkar Lampung Selatan, selama periode Januari hingga Desember 2025 tercatat 87 peristiwa kebakaran, dan seluruhnya disebabkan oleh faktor kelalaian manusia.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak SMK Al-Huda yang telah mengundang kami untuk berbagi pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan kebakaran. Harapannya, melalui edukasi seperti ini, angka kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin,” tambahnya.
Menurut Sefri, antusiasme peserta menjadi bukti tingginya kepedulian terhadap materi yang disampaikan.
“Baik siswa maupun para guru terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Tak hanya menyampaikan teori, Sefri juga menjelaskan bahwa pihaknya memberikan edukasi secara langsung melalui praktik lapangan.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik. Mulai dari cara menangani kebakaran akibat kompor gas, kebocoran tabung gas, hingga teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan benar,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran dapat muncul dari hal-hal sepele yang kerap diabaikan.
“Kita tidak pernah tahu kapan musibah terjadi. Selain korsleting listrik yang menjadi penyebab utama, kebakaran juga sering dipicu oleh pembakaran obat nyamuk, pembakaran sampah, dan aktivitas lain yang dianggap sepele,” kata Sefri.
Pada kesempatan tersebut, Sefri juga memaparkan tugas Dinas Pemadam Kebakaran dalam operasi darurat non-kebakaran sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2018.
Meskipun dalam regulasi tersebut hanya mencantumkan enam jenis operasi darurat non-kebakaran—di antaranya evakuasi sarang tawon, penanganan pohon tumbang, kecelakaan lalu lintas, percobaan bunuh diri, evakuasi korban terjatuh ke sumur, serta korban hanyut—namun pihak Damkar tidak membatasi bentuk bantuan kepada masyarakat.
“Kami tidak memilah jenis pertolongan yang diberikan. Tidak harus persis seperti yang tertulis dalam Permendagri. Selama masyarakat membutuhkan bantuan dan kami mampu, maka kami akan hadir dan melaksanakan,” tegas Sefri.
Sementara itu, Kepala SMK Al-Huda Jatiagung, Dwinanto, ST, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pemahaman siswa terkait penanggulangan kebakaran serta berbagai tugas kemanusiaan yang dijalankan oleh Dinas Damkar.
Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan adanya edukasi ini, kami berharap para siswa dapat lebih peduli, sigap, dan mampu merespons apabila terjadi bencana kebakaran atau keadaan darurat di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (red)