Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (4 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (6 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (8 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (8 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (8 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (9 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (23 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 26 Desember 2025, 14:16 WIB 1,651 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kepala SPPG Sidomulyo Angkat Bicara, Terkait Pemberitan Dugaan Telur Busuk & Penggunaan Kantong Kresek

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kepala SPPG Sidomulyo Angkat Bicara, Terkait Pemberitan Dugaan Telur Busuk & Penggunaan Kantong Kresek
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Terkait serangkaian pemberitaan oleh sejumlah media online yang menyoroti penyaluran program MBG (Makan Bergizi Gratis) ke SMPN 1 Sidomulyo oleh dapur MBG Sidomulyo, Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Sidomulyo, Ananda Liviyan Kuswanto kepada LR angkat bicara.

Ananda mengungkapkan bahwa belum genap satu bulan dapur MBG yang dia pimpin beroperasi. Meski merasa tidak ada masalah, tapi Ananda mengaku cukup sedikit terkejut dengan lumayan massifnya pemberitaan oleh sejumlah media daring (Dalam Jaringan) terkait dengan pengakuan salah satu wali murid yang mendapatkan bahan pangan tidak layak konsumsi, yakni telur rebus yang dibawa pulang disebut mengeluarkan aroma tidak sedap saat ingin dikonsumsi.

Tapi sayangnya informasi dari peristiwa yang dilansir itu tidak utuh. Seperti tidak mencantumkan identitas wali murid, detil waktu. Karena kami butuh informasi yang lengkap, rinci serta akurat. Seperti misalnya pukul berapa tepatnya diketahui telur itu busuk, karena kami ingin mencocokan beberapa faktor kemungkinan terjadinya kerusakan pada makanan. Apakah karena faktor jarak waktu aman konsumsi 4-6 jam dari makanan tersebut siap disajikan, atau juga karena faktor lainnya. Kami perlu data itu untuk diuji, sebagai materi evaluasi kami selanjutnya,” ujar Ananda, Jumat 26 Desember 2025.

Temuan bahan pangan tidak layak konsumsi, terus Ananda, sesuai dengan ketentuan juknis terbaru dapat disampaikan secara resmi kepada pihak sekolah melalui guru Person In Charge (PIC) yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program MBG di sekolah penerima manfaat yang kemudian dapat diteruskan ke SPPG. Sehingga kata Ananda, laporan yang masuk bersifat konstruktif.

Karena laporan resmi, jadi identitasnya pelapor jelas, kemudian laporan itu diminta juga menyertakan dokumentasi menu MBG yang dimaksud (Foto-Video), kejelasan waktu kejadian. Lalu deskripsi kondisi makanan, apakah basi, berbau, ada benda asing atau juga karena kemasan makanan yang rusak,” imbuh Ananda seraya mengatakan dengan mengikuti mekanisme laporan resmi ini maka akan dapat meminimalisir penyebaran informasi hoax yang meresahkan masyarakat.

Disinggung soal kantong distribusi paket MBG libur sekolah yang menggunakan kantong kresek, Ananda tak menampiknya. Dijelaskan Ananda, penggunaan kantong kresek tersebut bersifat darurat dan sementara. Karena kata, pihak dapur MBG Sidomulyo kesulitan mencari penyedia totebag dalam jumlah besar. Sedangkan kondisinya waktu itu mendesak untuk segera pendistribusian.

“Pakai kresek (Itu) hanya sementara saja, karena faktor situasional, darurat karena kesulitan mencari penyedia totebag dalam jumlah besar di sini (Lampung Selatan). Sedangkan kondisinya saat itu, jadwal penyaluran sudah mendesak, akhirnya untuk sementara kita putuskan menggunakan kantong kresek supaya penyaluran MBG tidak terlambat,” ungkapnya seraya menjelaskan penggunaan kantong kresek tersebut masih relatif aman karena tidak membungkus langsung makanan.

Terakhir, Kepada LR, Ananda menjamin SPPG Sidomulyo telah menerapkan SOP dapur program MBG yang ketat sesuai dengan ketentuan, meliputi kebersihan yang sangat ketat, higienitas, standar gizi seimbang, manajemen bahan baku, pengolahan tanpa MSG, quality control ketat (rasa, suhu, porsi), pengemasan aman, hingga distribusi tepat waktu untuk mencegah keracunan dan menjamin kualitas makanan.

“Makanan yang disajikan untuk program MBG wajib memenuhi standar kesehatan atau istilahnya higienis foodgrade dan juga standar gizi. Dimulai dari pemilihan bahan baku, pencucian (air), pengolahan, pemorsian, penyajian dan pengantaran. Yang mana Ahli Gizi bertugas sebagai Pengawas Produksi dan Kualitas. Kemudian Akuntan, bertugas sebagai Pengawas Pengadaan Bahan Pangan,”pungkasnya. (rls)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi