LAMPUNG SELATAN,INFODESANEWS — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, tidak hanya diisi dengan lomba dan seremoni. Warga Dusun 1 Sidorukun memilih menyampaikan pesan perjuangan melalui drama kolosal yang digelar di tengah permukiman warga.
Pertunjukan tersebut menjadi tontonan sekaligus ruang refleksi. Di bawah panggung sederhana dengan nuansa merah putih, warga tampil memainkan adegan perjuangan. Suasana malam pun berubah menjadi panggung rakyat, tempat masyarakat menghidupkan kembali cerita tentang keberanian, pengorbanan dan persatuan.
Kepala Desa Seloretno, Achmad Subari, menilai kegiatan seperti ini memiliki makna lebih jauh dibanding sekadar hiburan perayaan HUT RI.
Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada pengibaran bendera dan pesta rakyat. Nilai perjuangan harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kepedulian sosial, gotong royong dan keberanian masyarakat menjaga lingkungan serta membangun desanya.
“Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan setiap bulan Agustus. Yang lebih penting adalah bagaimana semangat para pejuang itu kita lanjutkan dalam kehidupan sekarang,” tegas Achmad Subari.
Ia menyebut drama kolosal yang digagas warga Dusun 1 Sidorukun menjadi contoh bahwa masyarakat desa mampu menghadirkan kegiatan yang kreatif sekaligus sarat pesan kebangsaan.
“Anak-anak muda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi bagian dari pembangunan dan punya keberanian untuk berkarya. Inilah cara kita mengisi kemerdekaan,” ujarnya.
Achmad Subari juga memberikan apresiasi kepada seluruh warga yang terlibat. Menurutnya, persiapan sebuah drama kolosal membutuhkan kekompakan, mulai dari pemain, panitia, pemuda hingga masyarakat yang mendukung kegiatan.
Di sinilah, kata dia, nilai kemerdekaan kembali menemukan bentuknya: bukan pada kemewahan panggung, tetapi pada masyarakat yang mau bergerak bersama.
Momentum HUT ke-81 RI di Desa Seloretno pun diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah menjaga persatuan, melawan ketidakpedulian dan membangun desa dengan kerja nyata.
Drama kolosal Dusun 1 Sidorukun akhirnya bukan sekadar tontonan malam kemerdekaan. Ia menjadi suara dari kampung—bahwa semangat merdeka harus tetap hidup, bukan hanya dalam bendera yang berkibar, tetapi dalam sikap dan tindakan masyarakat.
INFODESANEWS — Mengabarkan dari Desa, Menyuarakan Rakyat.