BLORA, INFODESANEWS – Kelurahan Bangkle kembali menggelar tradisi tahunan kirab dan jamasan barongan sebagai upaya melestarikan budaya lokal. Acara ini diikuti oleh delapan grup barongan yang melakukan kirab mengelilingi seluruh wilayah Kelurahan Bangle, mulai dari RW 1 hingga RW 5, dengan rute sepanjang hampir 4 km.
Ketua Panitia, Waloyojati mengatakan, kirab diawali dengan Cucuk lampah, yaitu pasangan muda-mudi yang mengenakan pakaian adat, sebagai simbol kecerahan dan semangat baru menyambut Tahun Baru Islam 1447 H. Rute kirab meliputi Jalan Puntodewo, Sadewo, Sentono, Veteran, KNPI, Cendrawasih, Arjuna, Bima dan berakhir di Balai Kelurahan Bangle.
Setelah kirab, dilanjutkan dengan ritual Jamasan (pencucian) sembilan barongan, termasuk barongan tertua kedua berusia sekitar 170 tahun.
“Barongan tertua, bernama Sumojoyo, yang berusia ratusan tahun, disimpan sebagai benda pusaka dan tidak diikutsertakan dalam kirab,” ujarnya, Kamis (26/6/2025).
Jati menambahkan, bahwa tradisi ini telah turun-temurun dan menjadi ciri khas budaya Bangkle. Jamasan ini berbeda dari daerah lain, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, khususnya Eyang Suro Gendero.
“Acara ini juga diharapkan dapat memperkuat kebersamaan warga dan menjaga kelestarian warisan budaya,” pungkasnya.*Red