Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 28 Juli 2026, 16:52 WIB 676 PDF

Komisi I DPRD: Penyesuaian Wilayah Harus Dikaji Menyeluruh, RPJMD hingga Peta Politik Jadi Sorotan

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Komisi I DPRD: Penyesuaian Wilayah Harus Dikaji Menyeluruh, RPJMD hingga Peta Politik Jadi Sorotan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Pembahasan usulan penyesuaian sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan ke dalam wilayah Kota Bandar Lampung memasuki babak yang lebih serius. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Lampung Selatan, Selasa (28/7/2026), Wakil Ketua Komisi I DPRD Lampung Selatan, Jenggis Khan Haikal, mendesak agar proses tersebut tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui kajian menyeluruh dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus).

RDP yang digelar di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lampung Selatan itu merupakan tindak lanjut atas surat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Nomor: 100.1.3/155/01/2026 tanggal 21 Juli 2026 tentang Permohonan Audiensi Penyesuaian Daerah Kabupaten Lampung Selatan ke dalam Wilayah Kota Bandar Lampung.

Selain dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, rapat juga dihadiri Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, yang memberikan penjelasan mengenai latar belakang usulan serta mekanisme administrasi penyesuaian wilayah.

Dalam forum tersebut, Jenggis menegaskan bahwa persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya dari sisi administrasi batas wilayah. Menurutnya, pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Bandar Lampung, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan harus membangun koordinasi yang utuh sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Harus ada koordinasi yang intensif antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemerintah kabupaten. Kami mengusulkan dibentuk Panitia Khusus (Pansus) agar seluruh aspek dapat dikaji secara komprehensif, tidak hanya administratif tetapi juga aspek hukum, sosial, politik, tata ruang, hingga dampaknya terhadap masyarakat,” tegas Jenggis.

Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi dokumen perencanaan pembangunan. Menurutnya, apabila terjadi perubahan wilayah administrasi, maka konsekuensinya akan berpengaruh terhadap RPJMD Provinsi Lampung, RPJMD Kota Bandar Lampung, dan RPJMD Kabupaten Lampung Selatan, termasuk target pembangunan, pelayanan publik, penganggaran, hingga proyeksi pembangunan jangka menengah.

“RPJMD provinsi, RPJMD kota, dan RPJMD kabupaten tidak boleh diabaikan. Seluruh dokumen perencanaan harus tetap sinkron sehingga tidak menimbulkan persoalan baru dalam pelaksanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jenggis mengingatkan bahwa penyesuaian wilayah juga memiliki implikasi terhadap peta politik dan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ia meminta seluruh tahapan dilakukan berdasarkan kajian akademis dan regulasi yang berlaku, bukan semata-mata untuk memenuhi kepentingan administratif.

“Ini bukan berarti menghambat program pengembangan wilayah. Justru kita ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, memiliki dasar kajian yang kuat, dan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari,” katanya.

Menurut Jenggis, isu yang sedang dibahas bukan hanya menyangkut sembilan desa yang masuk dalam wacana penyesuaian wilayah. Dampaknya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

“Jangan dipersempit seolah hanya menyangkut sembilan desa. Ini menyangkut kepentingan Kabupaten Lampung Selatan secara keseluruhan. Karena itu, setiap keputusan harus benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat, keberlanjutan pembangunan daerah, dan kepastian hukum,” pungkasnya.

Komisi I DPRD Lampung Selatan memastikan seluruh masukan dari Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah daerah, serta OPD teknis akan menjadi bahan pembahasan lanjutan sebelum DPRD menyampaikan rekomendasi resmi terkait usulan penyesuaian wilayah tersebut. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi